0


disudut ruang aku duduk bersama
berkutat di antara mesin mesin pintar
rajut mimpi para pengabdi
agar benar jengkal fakta
jarak 20 cm kanan tanganku
duduk manis kerudung ungu
simpel elegan berbalut kemoderenan
dikit kata bukan malas bicara
aku hanya mampu hela nafasku
bercampur tanya tentangnya
ada apa didalam lubuk jiwa
aku hanya bergumam
dalam wajah kemerahan
entah apa namanya
kusantarkan tubuhku pada dinding kosong
aku makin gelisah
seakan hilang kuasaku
aku tetap tak berani ungkap
sekedar pejamkan mata
mungkin ini bisa reda

(che : tak tau aku )


Post a Comment

 
Top