3



Bagi kita yang sudah berkeluarga cobalah simak cerita yang saya tulis ini. Selain akan menambah wawasan juga memberikan ide agar rumah tangga selalu rukun, bersahaja dan juga damai. Banyak hal yang dapat menyebabkan rumah tangga hancur, namun banyak juga cara supaya rumah tangga tetap utuh dan kadang pula hal sepele pun mampu membuat rumah tangga tentram. Sudah siap membaca ? mari kita mulai.

Sebut saja ini keluarga melati dengan si Istri bernama Yahmi dan si suami bernama Yanto  yang terinpirasi dari tayangan tivi keluarga cemara,  masih ingat kan lagu nya ? jika sudah lupa mari nyanyi bersama “ harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling indah adalah keluarga “ itulah sepenggal bait lagu keluarga cemara. Keluarga Melati ini selalu hidup rukun dan berlaku sederhana. Tidak pernah terdengar keluhan dari keluarga ini. Mereka selalu menerima dengan iklas dan sabar setiap cobaan serta ujian dari Tuhan. Keluarga ini pun tidak pernah hidup mewah, makan seadanya dan juga hanya memiliki satu motor tua pula. Keluarga melati memiliki 2 orang anak laki-laki dan perempuan. Masih duduk di bangku SD dan TK. Kebagiaan keluarga melati tergambar setiap hari, sehingga bisa dikatakan keluarga ini merupakan keluarga idaman di kampungnya.

Suatu malam dibulan purnama yang cerah ditambah banyaknya kerlip bintang yang terlihat cerah,datanglah tamu yang tidak diundang. Tamu tersebut adalah Bu Siti namanya. Bu Siti ini istri dari mantan Kepala Desa.  Dia memakai pakaian yang terlihat mahal dengan wajah manisnya yang membuat setiap lelaki terpesona termasuk aku sendiri hehehe. Di kedua tangannya terpampang gelang emas dan dijari manisnya juga terselip cincin emas. Sungguh menambah kecantikan dari bu Siti ini. Maksud dan tujuan dari kedatangan bu Siti ini kerumah keluarga Melati tak lain dan tak bukan ingin mengajak Bu Yahmi untuk ikut arisan bulanan. Hemmmm  iya ya kan kalau perempuan kan bulanan pikirku.

Awalnya bu Yahmi ngotot tidak mau karena alasan keuangan dan sibuknya merawat anak. Dengan bujuk rayu bu siti yang lemah lembut selembut kain sutra ditambah wajahnya yang dibuat memelas seperti cerita-cerita sinetron akhirnya berhasil membujuk bu Yahmi untuk ikut arisan. Sang suami hanya bisa pasrah, namun sang suami tersebut membayangkan sesuatu yang akan terjadi setelah istrinya ikut arisan. Ketakutan sang suami memang belum terbukti, namun iya yakin bahwa hal buruk yang menyebabkan pertengkaran dalam rumah tangganya terjadi suatu saat nanti.

Mulailah ibu Yahmi mengikuti arisan yang pertama. Belum tampak adanya perubahan baik sikap maupun sifat bu Yahmi. Dia tetap sederhana dan tetap bersahaja. Sang suami senang karena apa yang iya takutkan tidak terjadi. Bu Yahmi hanya bercerita tentang suasana arisan  tadi dan diapun senang bisa ikut arisan dan menambah wawasan.

Sampai pada akhirnya arisan telah berjalan selama lima bulan dan bu Yahmi telah mulai mengalami perubahan. Dia sudah mengenal pensil alis, lipstik, pelembab wajah pokoknya seperti perempuan jaman sekarang yang sering disebut perawatan. Emangnya sedang sakit kok perawatan hehehe. Ibu Yahmi juga mulai punya rasa iri terhadap orang lain. Dia ingin menukarkan motor tuanya dengan motor baru.
“ Pak, ayolah motor kita ini diganti yang baru, kan sudah lima tahun kita pakai ? ‘’ pinta bu Yahmi kepada sang suami dan suaminya pun menjawab “ itu saja dulu bu, lagian kan kita belum punya uang “. Dengan hati kesal bu Yahmi menceramai suaminya tentang kenapa dia minta motor baru hingga membuat sang suami pusing kepala untungnya tidak guling-guling hehehe.

Dengan pikiran yang kalut pak Yanto kemudian pergi ke rumah kerabatnya untuk menceritakan kisah permintaan istrinya Kemudian sang kerabat tadi memberikan pencerahan biasalah kan kerabatnya ini ustad juga. Hati pak Yanto pun tenang dan sudah memiliki jawaban akurat dan tepat jika nanti ditanya istrinya.

Keesokan harinya istrinya kembali bertanya “ gimana pak dengan motornya ?” tanya sang istri. Pak Yanto dengan tenang menjawab “ Gini bu, kan lima tahun ya kita pakai motor kita,  tetapi kayaknya jauh lebih lama aku pakai kamu bu, kan aku memakai kamu sudah lebih sepuluh tahun gimana kalau kamu saja yang aku tukar dulu bu ? “. Betapa kaget dan tersentaknya sang istri, serasa disambar petir disetrum listrik dan tidak menyangka jawaban sang suami. Kemudian bu Yahmi menjawab dengan wajah kecewa penuh marah “ sudaaaah tidak usah ditukar, biar saja motor karatan ini kita pakai “. Dengan senangnya pak Yanto mendengar jawaban istrinya dan motorpun tak jadi ditukar dengan yang baru.

Makanya hidup itu harus punya prinsip dan juga harus memikirkan kemampuan sendiri. Buat istriku dirumah, aku berpesan jangan sampai seperti cerita ini ya hehehe.

~ Che, Cerpen Keluarga ~

Post a Comment

 
Top