0

Setangkai mawar mekar ditepi tasik
Merah merekah terbias indah
Wangi semerbak diterpa bayu
Tertiup angin menambah ayu
Ku langkahkan kaki dekatinya
Teramat kekar tubuh sang penjaga
Akupun gentar keluar pagar
Sengaja jauhi penjaga sangar
Sorot matanya terus awasiku
Ia curiga setiap gerakku
Aku berjalan ke rumpun ilalang
Ku rundukkan tubuhku di rumpunya
Kusamarkan tubuhku biar tak terlihat
Kusibak ilalang di hadapku
Ku pandangi mawar itu
Mawar merah tanpa duri
Kupandang tanpa henti
Meski tak pernah kudapati

~Che, Puisi pagi-pagi~

Post a Comment

 
Top