0
Malam itu Pak Nyomo sedang mengikuti kegiatan pengajian di Masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Banyak yang hadir di masjid itu untuk mendengarkan ceramah dari ustad yang cukup terkenal. Panitia pengajian tidak lupa menyiapkan makanan, yaitu berupa kue basah dan berbagai makanan kecil lainnya. Semua disuguhkan gratis untuk hadirin pada malam hari itu.

Tibalah saatnya pak ustad berceramah. Ustad ini banyak penggemarnya karena gaya ceramahnya yang penuh humor. Banyak hal yang diberikan oleh pak ustad baik itu keimanan dan juga ketaqwaan. " kebersihan itu sebagian dari iman " begitu ucap pak ustad sambil diselingi dengan gaya humornya.

Pak Nyomo terlihat seksama mendengarkan ceramah pak ustad termasuk menggaris bawahi apa yang pak ustad ucapkan. Dalam pemahaman pak Nyomo bahwa apa - apa itu harus bersih. Pak Nyomo terlihat senyum - senyum sendiri , entah apa maksud dalam senyuman itu.


Ceramah pun selesai dan ditutuplah dengan doa, sampailah  pada akhir kegiatan yaitu acara ramah - tamah. Panitia lalu menyuruh para undangan untuk menikmati makanan dan minuman yang ada.
Pak Nyomo terlihat sibuk mencari sesuatu dan ternyata sesuatu yang dicari itu adalah kantong plastik. Kemudian pak Nyomo mendekati makanan, satu persatu makan diambil dan dimasukkan dalam plastik hingga kantong plastik itu penuh. Panitia melihat kelakuan pak Nyomo lalu menegurnya " pak, ini makanan jangan dibawa pulang, jangan dimasukkan ke kantong plastik " . Pak Nyomo menimpali seakan dia tidak salah " loo.... Kata pak ustad tadi bagaimana? Apa saudara lupa ? Kan kebersihan sebagian dari pada iman " . Panitia itu tambah jengkel  dengan sedikit muka memerah " benar pak, tapi maksudnya bukan begitu ". Pak Nyomo menyela dan berkata " aku lebih nurut sama pak ustad titik ! ". 
Dan pada akhirnya panitia itu pergi sambil mengumpat " dasar tak tau diri

Karena memberi ilmu tidak serta merta dapat dimengerti
~Che, Cerpen Humor ~

Post a Comment

 
Top