0
Pak Sarno adalah penyuka burung berkicau. Dia memelihara berbagai macam burung dirumahnya, ada burung murai, kacer, kenari dan lain sebagainya. Tiap hari dia merawat burung - burung tersebut. Mulai dari diberi makan, minum dan dibersihkan kotorannya. Vitamin untuk burung juga dia berikan setiap dua minggu sekali. Burung kicau tersebut tak lupa dia latih untuk mempertajam kicauannya. Ketika ada perlombaan burung kicauan pak Sarno pun turut serta. Sering dia dapat juara dan bahkan tropi kejuaran telah berjajar di almari rumahnya.

Pak Sarno juga menjadi penjual dan pembeli burung kicauan. Harga dari burung kicauan pak Sarno lumayan mahal, wajar saja sebab memang memiliki kualitas bagus. Pembeli yang datang terkadang dari luar kota sehingga pak Sarno cukup terkenal bagi para pecinta burung.

Pagi itu pak Sarno kedatangan tamu yang tak lain adalah rekannya. Niat hati tamu tersebut yaitu mengajak pak Sarno untuk membeli burung yang berada di kota tetangga. Pak Sarno pun menuruti niat hati rekannya tersebut. Merekapun kemudian berangkat pergi keluar kota untuk membeli burung. Tidak lupa sebelum berangkat pak Sarno berpesan kepada istrinya untuk mengawasi burung kicauannya.

Waktu terus beranjak dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 pak Sarno belum sampai rumah juga. Istrinya sedikit bingung untuk mengawasi burung - burung yang ada karena jumlahnya lumayan banyak. Sesekali istri pak Sarno hanya melihat burung yang digantang di samping rumah.

Sekitar pukul 15.00 pak Sarno pun datang. Dia tidak lekas masuk rumah, tetapi bercakap - cakap di teras rumah dengan rekannya tadi.

" pak, pak , pak " terdengar suara istrinya memanggil dan bergegas pak Sarno menemui istrinya " ada apa bu ? " pak Sarno mencoba mencari tahu kenapa istrinya memanggil. " ajaib pak ajaib " istrinya tampak kegirangan. " ajaib apanya ? " pak Sarno tampak tidak mengerti. " lihat pak, lihat ! " sambil menunjukkan dengan jarinya. " lihat apa bu? " pak Sarno semakin tidak mengerti . " itu lo pak, burung yang di dalam Sangkar itu, berubah jadi ular ajaib kan pak ?

Pak Sarno langsung kaget " weladalah, jabang bayi ajaib kepala lo bu, itu ular pasti makan burung ". Istrinya pun malah menjadi bingung dan tidak tahu apa yang dimaksud pak Sarno lalu berkata " terus kalau tidak ajaib apa namanya pak ? ". Dengan nada marah pak Sarno menjawab " itu namanya burungku mati dimakan ular, puas loh ! "

Karena pemahaman membutuhkan proses

~Che,Cerpen humor ~

Post a Comment

 
Top