0



Cerita ini mengenai seseorang yang baru saja mengenal Internet 

Suatu hari beberapa orang guru sedang mengikuti diklat tentang penggunaan laptop dan internet atau kita sebut saja ICT di salah satu kota di Jawa Timur. Peserta diklat berasal dari berbagai daerah dan berbagai usia. Ada beberapa orang yang usianya telah mencapai 50 tahun mengikuti diklat tersebut. Diklat itu dilakukan selama 3 hari dan terbagi dalam 5 ruangan. Metode pembelajarannya mulai dari ceramah, diskusi dan praktek  langsung.

Hari pertama diklat berjalan dengan lancar. Pembelajarannya mulai jam 08.00 hingga pukul 20.00 dengan beberapa kali istirahat untuk melakukan sesi makan. Kopi dan makanan kecil pun tersaji sebagai bentuk penghargaan terhadap setiap peserta. Malam pun tiba dan semua peserta terlelap dalam rayuan malam.

Hari kedua diklat pun dimulai, waktu yang direncanakan pun sama seperti di hari pertama. Kali ini metode ceramah dan diskusi. Dari diskusi inilah mulai diketahui bahwa banyak peserta yang ya tidak paham atau sama sekali tidak bisa mengoperasikan komputer/laptop. Mereka ikut diklat karena sudah terpilih. Dari sekian  banyak orang yang tidak bisa mengoperasikan komputer/laptop salah satunya adalah Bapak Rufi. Usia pak Rufi ini sekitar 50 an tahun dan sudah banyak rambut yang memutih. Pak Rufi ini menceritakan bahwa dia memang benar-benar tidak paham komputer. Jikalaupun pengen mencari sesuatu lewat komputer/laptop biasanya anak atau temannya yang dia suruh. Hari kedua ini berjalan cukup lancar hingga larut malam.

Berlanjutlah di hari ketiga yang merupakan hari terakhir dalam jadwal. Hari ketiga ini diagendakan praktek langsung terhadap penggunaan komputer/laptop. Bapak tutor memberikan arahan untuk membuka laptop masing-masing. Pak Rufi pun membuka laptop yang dia bawa dari rumah. Tutor tadi lalu melanjutkan menjelaskan pengertian Internet dan Browser. Dari pemaparan yang lengkap dan gamblang selanjutnya pak tutor menyuruh masing – msing peserta untuk mencoba mencari sesuatu dalam internet.

Pak Rufi pun menuruti perintah pak tutor tadi. Diapun bingung mau menulis apa kemudian diapun menulis secara asal. Pak Rufi menulis “ buah “. Kemudian bermunculah beberapa tulisan yang salah satunya bertuliskan “ Buah d*d* terbesar “ ( hehehe maaf sensor ). “ mas tolong mas “ terdengar teriakan Pak Rufi. Bergegaslah salah satu peserta yang masih terlihat muda dan tampan serta berkaca mata ( pokonya mirip artis korea gitu ) “ ada apa pak “ tanya pemuda itu. “ di laptopku kok muncul gambar begini “ tampak keluguan dalam diri Pak Rufi. “ ya ampun pak “ ( pemuda tadi menjawab sambil tertawa ). Kemudian pak Rufi menjelaskan bahwa iya tadi mengeklik tulisan “ buah d*d* terbesar “ lalu muncullah gambar – gambar perempuan dengan bagian tiiiiiit ( sensor ) yang menonjol dan pak Rufi bingung untuk keluar dari gambar – gambar tersebut.  Antara Pak Rufi dan pemuda tadi hanya saling cekikikan. Haduh pak Rufi lugu amat pak, mending lanjutin lihat aja itung – itung sebagai hiburan hehehe.

Karena hidup itu perlu mencoba 

~ Che, Cerpenku ~

Post a Comment

 
Top