0


Suatu pagi di Sekolah Putra Harapan sedang diberikan materi tentang gunung berapi. Bu guru yang saat itu mengajar mengatakan bahwa banyak gunung – gunung di Indonesia. Ada yang masih aktif ada pula yang sudah tidak aktif. Kesemuanya merupakan anugerah Tuhan yang patut kita syukuri. Anak – anak mendengarkan secara seksama termasuk Ucil yang sangat senang mendengarkan penjelasan tersebut. Dia pun mencatat apa yang ditulis bu guru di papan tulis. Pembelajaran tersebut terlihat menyenangkan hingga sampai pada jam akhir pelajaran.
 Bu guru pun memberikan pekerjaan rumah kepada siswa-siswinya.

Teng teng teng teng bel pulang sekolah berbunyi tanda pembelajaran hari itu selesai. Semua anak – anak pulang termasuk Ucil. Ucil tampak bersemangat dan dia bergegas pulang untuk mgerjakan  pekerjaan rumah yang tadi diberikan bu guru. Sampailah dia di rumah, ganti baju , makan dan tak lupa sholat. Si ucil ini tergolong anak yang serba penasaran, dia akan selalu mencari apa – apa yang dia rasa ingin tahu dan keinginannya mencari jawaban pekerjaan rumahnya sangat menyemangatinya.

Setelah makan dan sholat dia pun bergegas kembali mengambil tasnya lalu mencari buku pelajaran dan buku tulisnya yang tadi diberi pekerjaan rumah. Tidak lupa dia mengambil meja kecil yang biasa dia gunakan untuk mengerjakan sesuatu. Buku pun di buka dan dibaca tugas yang diberikan guru. Dia pun mulai tertarik tentang gunung yang aktif. Dia pun mencari cara untuk mengetahuinya.

“ bu ibu “ dia memanggil ibunya “ ada apa nak “ terdengar jawaban ibunya dari dapur “ bu, aku pinjam Hp nya “ . “ buat apa nak ? “ . “ ini bu, ada tugas dari bu guru “ kemudian ibunya pun memberikan Hp nya kepada Ucil dan Ucil pun mulai menggunakan Hp nya. Terlihat si Ucil sedang menelephon dan terlihat raut muka sedih dari wajah si Ucil. tidak ada satu pun gunung yang dia telephon menjawab

“ ada apa nak kok terlihat murung ? “ ibunya seakan mencari tahu. Lalu dengan nada memelas Ucil pun menjawab “ ini bu tadi aku menelephon gunung tapi kok gak bisa ?”. ibunya menjadi bingung lalu bertanya “ kenapa kok menelephon gunung ? ada apa nak “ . serta merta Ucil pun menjawab “ kata bu guru tadi, gunung itu ada yang aktif, jadi ku telephon bu “. Ibunya pun mengerti dan terlihat senyuman lalu berkata “ aktif itu artinya yang bisa meletus nak “
Dan kembali ucil penasaran “ berarti yang warna hijau ya bu? “
Ibunya akhirnya pergi kedapur dan minum segelas air putih untuk mengontol emosinya.

Karena ucapan itu terkadang sulit di uraikan
~ Che, Cerpen Ibu dan Anak ~

Post a Comment

 
Top