0


Suatu sore dua orang orang sedang  jalan – jalan naik sepeda motor. Mereka berkeliling kota sambil menikmati pemandangan yang ada. Mereka pun melewati sebuah kantor Kecamatan dan mereka melihat satu banner yang bertuliskan “ SIMPAN PINJAM PEREMPUAN “. Setelah membaca banner tersebut keduanya seakan ingin tahu dan sangat penasaran.

Berhentilah mereka disebuah warung kopi.  Keduanya membeicarakan tentang “simpan pinjam perempuan “ yang mereka baca tadi. Dari hasil percakapan tersebut, salah satu orang sebut saja Mas Peno ingin menanyakan hal tersebut ke  kantor Kecamatan. Rencananya besuk pagi Mas Peno akan menemui petugas yang ada di Kantor Kecamatan itu. Dalam hati dan pikiran Mas Peno serta kawannya bahwa mereka bisa meminjam perempuan. Maklum saja mereka tergolong bujang lapuk alias jomblo abadi hehehe. Seandainya bisa meminjam perempuan maka mereka pasti tidak jomblo lagi dan bisa dipamerkan kepada teman – temannya.

Keesokan harinya mas Peno dan kawannya mempersiapkan diri untuk pergi ke Kantor Kecamatan. Mereka berdua berdandan  serapi mungkin dan setampan mungkin agar terlihat masih muda dan keren.  pakaianNya pun  tak lupa dipilih yang paling bagus serta memakai wewangian agar terpikat siapa saja yang menghirup aromanya. Setelah persiapan selesai dan tidak lupa sarapan pagi maka berangkatlah keduanya.
Perlahan- lahan mereka berdua mengendarai motornya mas Pono tampak berada di depan. KeduanNya tampak senang sekali, itu terlihat dari raut wajah mereka yang penuh senyuman. Entah apa yang ada dalam benak mereka tapi yang pasti hari itu kondisi keduanya jauh lebih baik dan ceria. Mas Pono terdengar bersiul sepanjang perjalanan, menirukan sebuah lirik lagu tapi entah lagu apa aku juga tidak tahu. Biarlah mereka bahagia karena hidup harus bahagia.

Sampailah keduanya di halaman Kantor Kecamatan. Motor mereka parkir dengan rapi dan sebelum melangkah tak lupa merapikan rambut yang tadi agak berantakan karena memakai helm. Lewat pintu utama maka masuklah keduanNya. Saat itu suasananya sedang agak ramai. Terlihat ada 8 orang di jajaran kursi pengunjung. Mereka pun harus antri menunggu giliran.

Beberapa menit kemudian tibalah giliran mas Pono. Mas Pono pun menuju ke tempat petugas dan petugas pu bertanya “ ada yang bisa kami bantu mas ? “ lalu dengan santainya mas Pono balik bertanya “ saya bisa pinjam perempuan ?’’. Betapa kagetnya petugas itu dengan pertanyaan mas Pono “ pinjam perempuan bagaimana? Apa mas kira ini lokalisasi ?” . Mas Pono pun terlihat kecewa dengan petugas lalu bersuara agak keras “ Lihat banner di depan, disana tertulis SIMPAN PINJAM PEREMPUAN apa saya salah ?
Dan petugaspun tertawa dan berkata “ oalah mas, itu maksudnya simpan pinjam perempuan ( SPP ) adalah suatu kegiatan yang dikelola oleh perempuan, jadi bukan meminjam dan menyimpan perempuan
Mas Pono pun Cuma cengar – cengir dan dari belakang terdengar suara “ sabar  Mblo

Karena sebaiknya kita betanya terlebih dahulu
~Che, Cerpen Jomblo ~

Post a Comment

 
Top