0

Cerita ini tentang mbah Siman yang terperosok ke sawah
Sore itu mbah Siman sedang menanam padi di sawahnya. Ditemani istri yang setia menambah semangat kerja mbah Siman. Dua petak Sawah hasil pembagian dari orang tuanya dulu merupakan tempat kerja mbah Siman setiap hari.

Waktu sudah semakin sore, ditandai dengan mentari yang mulai menepi ke ufuk barat. Mbah Siman mulai berkemas untuk pulang, namun sebelum pulang mbah Siman lebih dulu makan sore dari bekal yang dibawakan istrinya. Nasi putih dengan lauk sambel teri terasa nikmat, ditambah lagi lalapan daun kemangi hemmmm sungguh menggugah selera makan. Kopi hitam yang sengaja dibawa dalam termos kecil menjadi minuman terhebat di sore itu. Mbah Siman dan istrinya makan secara lahap dan tampak romantisme diantara mereka meski usianya tidak muda lagi.

Setelah makan selesai dan barang bawaan sudah terkemas dengan rapi, barulah mbah Siman pulang naik sepeda bersama sang istri yang masih tampak menyisakan rona kecantikan. Sang istri naik diboncengan belakang dan tangan kiri mbah Siman memegang rantang  tempat bekal makanan yang sudah kosong.

Dikayuhlah sepeda pelan - pelan, hingga sampai jalan raya yang sedikit rame. Terdengar suara sirine mobil patroli polisi dan mbah Siman sedikit bertanya siapa gerangan yang dikawal polisi itu. Sampailah rombongan polisi di dekat mbah Siman dan ternyata yang dikawal adalah bapak Bupati. Mbah Siman tampak bangga bisa berpapasan dengan rombongan Bapak Bupati.

Tanpa pikir panjang mbah Siman lalu melambaikan tangan kanannya . Eiiiiiiit gubraaaak jluuuuup " tolong, tolong, tolong " terdengar suara istri mbah Siman yang ternyata jatuh dan nyungsep di sawah. Satpol PP yang saat iki berada di urutan paling belakang akhirnya menolong mbah Siman dan Istrinya. Kemudian mbah Siman ditanya oleh salah satu anggota Satpol PP " kenapa mbah , anda tadi kok nyungsep ke sawah ? " dan dengan nada sedikit kesakitan mbah Siman menjawab " aku tadi melambaikan tangan dan lupa kalau tangan kiriku tidak pegang stang tapi pegang rantang " . Satpol PP tadi hanya bisa tersenyum sambil berkata " untung tidak lupa pakai baju mbah hehehe "
Terkadang kita sulit untuk fokus
~ Che, Cerpen Humor ~

Post a Comment

 
Top