0


Ini kisah nyata waktu SMA

Waktu itu ketika ada turnamen bola voly tingkat SMA dan sederajat, kami berempat akan mendukung tim SMA  kebanggaan kami yang sedang berlaga. Tempat pelaksanaan turnamen tersebut adalah di lapangan bola voly  yang berada di alun – alun kota. Kami berangkat bersama banyak teman tetapi kami memilih berangkat paling akhir. Mengendarai dua motor dan berboncengan kami pun menuju alun – alun.

Namanya juga masa SMA urakan dijalan seakan menjadi bumbu penyedap dalam setiap kenakalan anak – anak SMA. Celometan di jalan dan juga terkadang tingkah usil pun kami lakukan. Hingga pada akhirnya kami hampir sampai di dekat alun – alun.

“ gubraaaak “ terdengar suara di belakang motor yang  aku kendarai.  Akupun menoleh dan ternyata oh ternyata , temanku kecelakaan menabrak anak STM  yang juga mau mendukung tim kebanggaannya. Kami pun berhenti dan menuju lokasi kejadian. Tidak terjadi luka yang serius antara temanku dan anak SMA itu. Mereka saling menyalahkan dan mencari pembenaran. Terjadilah percecokan dan aku bersama teman – teman yang berangkat paling akhir tadi ikut dalam drama percekcokan tadi.
Terjadilah kesepakatan diantara kami dan kamipun akan menyelesaikannya di dalam arena alun – alun. Mulanya kesepakatan berjalan lancar tetapi karena di dalam alun – alun banyak anak STM yang melihat dan mendengar cerita kecelakaan tadi maka muncul lah provokator dari  salah satu anak STM. 

alah, kita tawur saja terdengar samar – samar provokasi dilakukan.  “ lariiiiiii ‘‘ teriakan temanku memekakkan telingaku. Aku sempat menoleh dan kulihat anak STM telah bersama sama menuju arah kami berempat. Tanpa memikirkan  apa – apa lagi kami pun lari secepatnya. Kami hanya sempat memberikan kode kepada teman – teman kami tentang tempat untuk bersembunyi. Kami saling berpencar ke berbagai arah menyelamatkan diri. Anak – anak STM terlihat terus mencari kami ke berbagai sudut di sekitar alun – alun.

Satu persatu dari kami telah berada di tempat persembunyian yang telah kami sepakati lewat kode tadi. Tinggal satu teman kami yang belum datang dan kami pun lama menunggu. Dalam hati kami pun was – was jangan – jangan temanku tadi tertangkap dan dupukuli anak STM tadi. Beberapa saat kemudian temanku ini datang ke tempat persembunyian , namanya Ali. Dia datang dengan diantar becak.

bangsat lo semua, kalian biarkan aku hampir tertangkap terlontar amarah dari mulut temanku. La kita kan sama – sama menyelamatkan diri akupun melakukan pembelaan diri dan mencoba menenangkan situasi. Setelah situasi tenang dan sudah tidak terlihat anak – anak STM kami pun kemudian bercerita  jadi, bagaimana ceritanya kamu kok bisa naik becak ? tanya salah satu temanku kepada Ali yang tadi naik becak. “ hehehe begini, kan aku tadi dikejar dan aku bersembunyi diantara becak lalu naik salah satu becak Ali terlihat bersemangat. kok gak ketahuan ?  tanyaku pada Ali. aku pinjam kaos si tukang becak dan kupakai lalu kaosku ku sembunyikan, terus mukaku ku buat jelek mulutku kupaksa atur sedemikian rupa dan gigiku ku buat agar terlihat tongos, jadi mereka tidak hafal kepadaku    jawab si Ali. Mendengar cerita Ali tadi kami hanya bisa tertawa terpingkal – pingkal cerdas juga kau Al celetehku menutup cerita itu.

Karena kecedasan terkadang muncul tak terduga
~che, Masa SMA ~

Post a Comment

 
Top