0



Di salah salah satu Rumah Sakit Jiwa ( RSJ ) di pinggiran sebuah kota, akan melakukan tes kelulusan terhadap pasiennya. Tes ini dilakukan setiap tahun untuk mengetahui kondisi kejiwaan setiap pasinnya. Di RSJ ini pasiennya sangat banyak dan dari berbagai daerah. Kebanyakan pasien yang ada usianya lebih dari 30 tahun hanya beberapa pasien saja yang tergolong masih muda.
Banyak faktor yang menyebabkan mereka mengalami gangguan jiwa. Ada yang memiliki tingkat gangguan jiwa akut atau sudah tidak bisa disembuhkan. Ada pula tingkat yang masih rendah. Apalagi jika musim pemilu tiba, banyak sekali pasien-pasien yang datang. Mereka gagal menjadi anggota dewan atau gagal menjadi kepala daerah. Dengan kegegalan tersebut mengakibatkan mereka tak sanggup menahan beban hidupnya sehingga stres. 

Tes kejiwaan yang akan dilakukan ini akan diikuti oleh beberapa pasien yang sudah lama berada di RSJ ini. Baik pasien laki-laki atau pun perempuan. Segala keperluan telah siap termasuk Dokter yang akan menguji mereka. Biasanya dilakukan secara tertutup agar Dokter bisa fokus untuk mengalanisa kondisi pasiennya.Pihak keluarga setiap pasien yang akan di tes diberi tahu sebagai bentuk aturan rumah sakit.

Tiba saatnya tes tersebut dilakukan. Satu – persatu pasien disuruh masuk ruangan dan didalam ruangan. Kali ini ada sepuluh pasien yang di tes kejiwaannya. Setelah melewati beberapa tes lalu masuklah tahap tes akhir. Pada tes akhir inilah yang sangat menentukan kondisi kejiwaab si pasien.
Tujuh orang pasien dinyatakan lulus dan diperbolehkan pulang. Tinggallah tiga pasien yang akan masuk tes terakhir. Mereka adalah Tarjo, Pono dan Sonto. Dalam tes ini ketiga pasien tersebut akan di tes menyanyi.

Dokter : coba Tarjo kamu menyanyi ....
Tarjo : Balonku ada lima rupa – rupa warnanya hijau kuning kelabu merah muda dan biru
Dokter : cukup Tarjo, kamu sudah sembuh, selamat ya. Temui keluargamu yang menunggu di sana
Setelah Tarjo di tes selanjutnya Pono pun akan di tes.
Dokter : sekarang kamu Pono, menyanyilah....
Pono : cicak – cicak di dinding diam diam merayap datang seekor nyamuk hap lalu ditangkap
Dokter : iya, bagus kamu telah sembuh. Kamu boleh pulang.

Tibalah saatnya pasien terakir yang tak lain dan tak bukan adalah Sonto. Bersiap – siaplah Sonto untuk melakukan tes t erakhirnya.

Dokter : sudah siap Sonto ? sekarang cobalah mennyanyi....
Sonto kemudian berdiri dan bersiap – siap untuk bernyanyi. Dengan hati senang Sonto pun siap bernyanyi. 

Sonto : aku masih seperti yang dulu
Dokter : stop ! sudah sonto sudah, kamu belum sembuh

Sonto terlihat bingung seakan bertanya kesalahan apa yang dia perbuat. Pada akhirnya Sonto pun kembali ke RSJ dan menunggu tes yang akan datang. Sonto oh Sonto nasibmu tak seindah lagu pilihanmu.

Karena ujian pun memerlukan pilihan

~ Che, Cerpen Rumah Sakit Jiwa ~

Post a Comment

 
Top