0
Kita berlomba agungkan ramadhan
Baju baru
Perhiasan baru
Pokoknya serba baru
Ah itu kan sebenarnya sombong kita ?
Benar tidak ?
Tuhan tidak menilai tentang kualitas  gemerlapnya duniamu
Tuhan menilai kepatuhan kita terhadap perintahnya
Kitapun berlagak bangga dengan puasa
Padahal menahan lapar saja kita masih merintih
Sembunyi bahkan dengan sok hebatnya kita menenggak air dikala para orang - orang yang melarat sudah puasa hampir tiap hari
Masihkah kita pantas berharap pahala
Ramadhan selalu berlalu dan kembali
Sudah siapkah kita ditahun berikutnya ?
Dengan segala niat dan keiklasan kita nanti ?
Ataukah akan tetap sama ?

Post a Comment

 
Top