2

Dengan penuh semangat langkah kakinya mulai digulirkan. Menapaki jalan setapak yang lumayan sulit karena hanya berlapiskan batu - batu gamping yang sengaja ditata oleh penduduk.

Terik matahari bahkan hujan menjadi ujian kekebalan tubuh mereka. Terkadang juga mereka harus menyeruak diantara kabut pagi dan juga melewati sungai dengan jembatan seadanya bahkan tidak sedikit yang tanpa jembatan.

Ini semua benar - benar ada dan nyata. Keadaan yang sulit mereka tepis demi menggapai asa masa depan.
Orang tuanya pun harus bangun pagi - pagi demi sarapan mereka walau sering juga hanya bersarapan air putih. Belum lagi mereka - mereka yang hidup bersama nenek atau kakeknya karena orang tuanya merantau demi menghidupi mereka dan membiayai sekolah anak - anaknya.

Cerita diatas adalah sepenggal kisah segerombolan anak Sekolah Dasar yang penuh semangat menuju sekolahnya.

Lalu ada apa dengan kisah diatas ?
Aku hanya ingin menggambarkan bahwa dipelosok negeri ini, masih banyak anak Sekolah Dasar yang harus bersusah payah untuk mencapai sekolahnya. Ditambah lagi keadaan gedung sekolah mereka juga masih banyak yang tidak layak dipakai sebagai tempat belajar. Sarana dan prasarana lain sebagai penunjang pendidikan mereka juga tidak bisa mereka nikmati sepenuhnya karena tidak tersedia.

Lalu kenapa ?
Ketika usia mereka masih usia Sekolah Dasar mereka dipandang sebelah mata oleh orang - orang yang sebenarnya punya mata normal dan punya wewenang membuat kebijakan ataupun aturan ataupun perintah.
Toh para anak - anak usia Sekolah Dasar itu memang belum mempunyai hak pilih dalam Pemilu.
 >>> Baca CerpenNya juga Yach :
Sugeng yang bermasalah dengan pintu

Bayangkan jika usia mereka 17 tahun dan atau telah memiliki hak pilih. Para mereka yang mula - mula memandang sebelah mata atau bahkan menutup mata , akan berlomba - lomba merayu mereka sebagai bagian dari pemilih pemula.
Mereka akam diiming - imingi berbagai kalimat hebat :
Partai A anti korupsi
Partai B anti Kolusi
Partai C anti Nepotisme.

Apa ada yang salah dengan ini ?
Pikirkan sendiri saja ya dan selamat berfikir.

....ibarat kata ketika masih kotor tidak ada yang melirik tetapi ketika sudah bersih banyak yang ingin memilikinya....
~ Che, Opini ~

Post a Comment

 
Top