0
Waktu itu ketika masih jaman penjajahan banyak cerita yang tidak kita ketahui sebelumnya. Diantara  sekian banyak cerita penjajahan tentunya yang menarik perhatian kita yaitu saat terjadinya perang. Kita tidak asing lagi dengan senjata bambu runcing, namun bagaimana awal kisah digunakannya bambu runcing kita masih berangan - angan.

Cobalah simak cerita tentang bambung runcing yang sengaja kami kemas dari sudut pandang yang berbeda. Jangan diperdebatkan dan sebaiknya luaskan pikiran kita untuk menambah wawasan kita dari sisi yang mungkin tidak kita sadari.

Begini kisahnya :
Ketika itu sebut saja kakek Ahmad sedang mencari rumput pakan ternak di sebuah ladang yang penuh rumput liar. Kakek itu membawa sabit, keranjang rumput dan juga gandar atau orang jawa menyebutnya pikulan. Kakek Ahmad memotong rumput dengan sabitnya yang kemudian rumput itu dimasukkan pada keranjangnya. Berjam - jam kakek itu mencari rumput hingga keranjangnya penuh dengan rumput. Keringatnya pun terlihat mengucur dari tubuhnya dan terlihat pula dia mulai lelah. Sesekali dia minum air yang sengaja dibawanya dari rumah.

Dari belakang terdengar teriakan " hai kamu orang tua kenapa kamu disini " . Kakek itu pun menoleh dan ternyata yang meneriakinya adalah seorang serdadu Belanda. Kakek Ahmad mencoba menjelaskan hingga terjadi perang mulut yang cukup seru. Kakek Ahmad pun marah karena jengkel dengan serdadu itu dan ditambah lagi karena dia sudah lelah berjam - jam mencari rumput.

Serdadu Belanda pun marah hingga ia menodongkan senjata larang panjangnya. " kalau kamu tetap membangkan akan aku temba kau orang tua " begitu bentaknya.
Serta merta kakek Ahmad mengambil gandar / pikulan lalu ditusukkannya ke perut serdadu Belanda itu " ampun orang tua ampu, sakit sangat , ampun ". Namun kakek Ahmad sudah tidak peduli dia terus menusukkan gandar / pikulan tadi ke perut serdadu Belanda.

>>> Baca Juga

Darah pun mengucur deras dari perut serdadu Belanda itu hingga ia tewas.
Setelah itu kakek Ahmad pulang dan meninggalkan serdadu Belanda yang gugur itu.

Aksi heroik kakek Ahmad terdengar ke berbagai penjuru dan orang - orang pun penasaran tentang alat yang dipakai untuk melawan serdadu itu.

Pada akhirnya senjata kakek Ahmad itu sangat populer dan dipakai banyak orang. Berbahan bambu dan ujungnya dibuat runcing maka kemudian orang - orang menyebutnya " bambu runcing "

Itulah awal kisah bambu runcing namun jangan langsung percaya sebab ini adalah hasil dari sudut pandangku sendiri hehehe

Post a Comment

 
Top