0
Tersebutlah keluarga yang tergolong kurang mampu. Keluarga itu terdiri dari Ibu dan Anak lelakinya. Mereka hidup serba pas - pasan. Ibunya bekerja memecahkan batu untuk dijual. Batu - batu itu ia dapatkan dari sungai sekitar rumahnya. 

Hampir tiap hari keluarga itu selalu mendapat ejekan. Lama - kelamaan si Ibu yang memang masih tergolong muda karena usianya belum genap 40 tahun merasa malu dan ingin menjadi orang yang kaya agar tidak diejek lagi.
Singkat cerita ibu itu pergi merantau ke kota dan meninggalkan anak lelakinya yang masih berusia 10 tahun dan menitipkan anak lelakinya itu kepada pamannya.

Waktu telah berjalan 10 tahun 6 bulan lebih 8 hari. Si ibu itu kini telah berubah. Tampak begitu gelamor dan banyak perhiasan ditangannya. Rambutnya tampak berwarna kemerahan hingga membuat yang melihat akan terpesona.

Ternyata ibu itu kini telah bekerja di tempat hiburan malam. Ia tidak lagi sungkan memakai pakaian yang ketat dan bahkan pakaian yang agak terbuka. Ibu itu pun telah lupa bahwa ia punya anak didesa yang lama ia tinggalkan.
Suatu ketika ibu itu terlihat turun dari mobil mewah bersama lelaki yang berkulit kuning dan tampak sedikit oriental wajahnya. Mungkin ia calon suami baru nya atau mungkin juga rekan kerjanya. Ah... entahlah mungkin juga sopir travel.

Anaknya yang didesa kini telah berumur 20 tahun. Ia pun kangen sekali dengan ibunya karena tidak pernah mendapatkan kabar. Ia pun berencana mencari ibunya kekota yang ia sendiri tak tau dimana alamatnya. Hanya saja ibunya dulu pernah bilang ingin pergi ke Jakarta.

Bermodal nekat akhirnya ia pergi ke Jakarta. Berhari - hari ia mencari ibunya hingga pada akhirnya sampailah anak itu pada sebuah pesta perayaan yang disitu didatangi banyak pengunjung dan juga banyak wanita - wanita cantik.
Pada pesta perayaan itu juga terdapat panggung hiburan. Banyak acara yang digelar di pesta perayaan itu hingga malam tiba. Anak lelaki itu terus berada disitu sambil mengamati kesana kemari.

Setelah waktu hampir tengah malam tibalah pentas yang menampilkan wanita cantik dengan pakaian yang sedikit terbuka.
" ibuuuuuu, ibuuuu " teriak anak itu kepada salah satu wanita cantik yang pentas malam itu. Iapun bergegas mendekat panggung dan berusaha naik panggung.

Setelah dapat naik panggung meski di halangi oleh para penjaga panggung, ia pun menyapa ibunya lagi " ibu, aku anak mu "

Ibu itu pun menjawab dengan lantang " aku tidak punya anak desa sepertimu ! Pergi kau !"
" ibu, apakah kau lupa kita pernah susah hidup di desa ? "
" tidaaak, aku tidak pernah hidup di desa, kau bukan anakku "
" durhaka kau ibu ! Kau telah berubah kau telah teracuni kehidupan mewah di kota "
" pergi kau pergi ! Kau bukan anakku ! "
" baiklah bu , jika itu mau mu . Kau durhaka ibu ! dan sebelum aku kutuk lihat ini ini bu ! ini fotomu bu waktu masih belum mampu beli bedak dan ini juga bajumu  waktu di desa bu "
" tidaaaaaaak , sudah nak sudah. Iya aku sadar nak "

Dan pada akhirnya ibu itu mau mengakui anaknya dan tidak jadi di kutuk.

..... Maka hiduplah dengan kewajaran agar kita tetap wajar meski suatu saat nanti kita kaya raya ....


~ che , Cerpen Hidup 

Post a Comment

 
Top