0
Saat ini kita sedang disuguhkan dengan fenomena lapor melapor. Dikit - dikit lapor ya begitulah. Seperti yang masih hangat dalam berita saat ini tentang vidio yang di unggah oleh Kaesang yang tidak lain dan tidak bukan adalah putra dari bapak Presiden kita. Vidio tersebut akhirnya menjadi viral dan pada akhirnya ada yang melaporkan dengan berasumsi adanya ujaran kebencian dalam vidio tersebut.
Aku sendiri tidak begitu peduli dengan vidio tersebut , bagiku " ora penting". Pilih bekerja mencari uang untuk beli susu anakku.

Aku tak habis pikir kenapa saat ini orang begitu mudah tersulut emosinya. Apakah jiwa manusiawi sekarang ini telah mulai mumudar ?
Bagi diriku yang sangat sering nongkrong di warung kopi pinggir jalan tidak lah heran dan rasanya malah menjadi menu wajib kata - kata cercaan atau hate speech atau ujaran kebencian kata trend nya.

Betapa tidak ketika kita nongkrong di warung kopi bersama teman - teman bahkan teman baru kenal bahkan pula tidak kenal, bicara seenaknya atau semaunya sudah seperti menu wajib. Perkataan itu malah cenderung lebih kejam jika dirasakan dari perkataan seperti apa yang ada dalam vidio mas Kaesang itu. Meski begitu tidak ada yang merasa tersakiti atau merasa dibenci, malah akan menambah akrab dan bisa menjadi teman yang asik.

Memang otak para orang yang terbiasa nongkrong di warung kopi sedikit nyleneh. Tidak pernah mempedulikan perkataan yang berbau sindiran bahkan jika diamati maka akan mengandung ujaran kebencian. 

Bayangkan saja , hanya bermodal uang 2.000 rupiah mereka betah berlama - lama di warung kopi. Tujuan utamanya sih memang tidak jelas akan tetapi ada rasa kebersamaan dan ada rasa saling keterikatan ketika kita menikmati kopi dalam satu tikar. Gelak tawa akan pecah manakala ada kata - kata yang dirasa lucu dan bagi orang yang mudah emosi maka akan menjadi masalah dan bisa jadi akan menjadi hal yang masuk ranah hukum.

Jika memang ingin menguji perkataan yang bisa menjadi ujaran kebencian, cobalah dulu mampir warung kopi pinggir jalan. Duduk disana dan pesan kopi yang hanya berharga 2.000 rupiah saja. Duduklah sekitar satu jam nanti jika kita mau mencatatnya maka akan dapat catatan hate speech yang mampu memenuhi halaman buku tulis kita.

Semoga tulisan ku ini menjadi renungan bagi kita yang tidak suka merenung.
~Che, Opini ~

Post a Comment

 
Top