0
Seorang pria tua berpakaian kumal sedang duduk di depan  gerbang rumah yang terlihat megah. Sudah beberapa hari pria tua itu selalu saja duduk disitu. Ia mengamati rumah megah itu dan seakan ingin masuk kedalamnya.

Pemilik rumah tersebut merupakan pengusaha yang kaya raya dan bekerja diluar kota sehingga jarang pulang. Hanya tampak penjaga rumah yang sesekali menyapa pria tua itu dan memberinya makan.

Pria tua itu masih saja menunggu sang pemilik rumah. Terlihat ditangannya sebuah bingkisan mirip kado ulang tahun. Entah apa yang ada didalamnya.
Waktu terus berjalan hingga pada akhirnya pria tua itu diusir oleh petugas keamanan dilingkungan itu. Pria tua itu pergi dan meletakkan bingkisan tepat di depan pintu gerbang. Sambil pergi terlihat ia menangis.

Seminggu kemudian pemilik rumah pun pulang. Si penjaga rumah kemudian bercerita kepada majikannya bahwa beberapa hari ini ada pria tua yang selalu berada didepan pintu gerbang.

Sang majikan kemudian melihat rekaman cctv rumahnya. Dari rekaman tersebut tampak keinginan pria tua itu untuk masuk kedalam rumah hingga sampai diusir paksa oleh petugas keamanan. Terlihat pula pria tua itu meletakkan bingkisan dan kemudian si pemilik rumah menyuruh penjaga rumah untuk mengambilnya.

Setelah dibuka betapa kagetnya sang pemilik rumah itu. Didapatinya sepasang sandal jepit kusam yang merupakan sandanya sendiri dikala masih anak - anak dulu. Secarik kertas teronggok menemani sandal jepit itu dan bertuliskan  " selamat ulang tahun anakku ".

Sang pemilik rumah itu langsung menangis tersedu - sedu. Ternyata pria tua itu adalah orang tuanya sendiri yang sudah 3 tahun tidak ia kunjungi karena kesibukan. Betapa malunya dia sebab orang tuanya masih ingat akan ulang tahunnya.

Ia pun kemudian bergegas untuk menemui orang tuanya mesti dalam hatinya ia sangat menyesal.

.... Dan itulah kenyataannya kita akan jauh lebih mendewakan kekayaan dari pada menghargai orang tua kita sendiri ....


~Che, Cerpen Hati ~

Post a Comment

 
Top