0


Aku menulis ini sebenarnya memiliki rasa ketakutan. Takut jika tulisan ku ini dianggap melawan. Aku beranikan menulis ini karena sangat yakin negeri ini adalah negeri Demokrasi.
Aku mengambil judul diatas karena akhir – akhir ini kita disuguhkan pada fenomena yang kian nyata terhadap hal – hal yang mulai menjauh dari nilai – nilai kebhinekaan. Perbedaan pendapat yang seharusnya kita hargai justru makin hari makin menjadi ruang pemisah antara kita. Kecenderungan yang bisa dikatakan menjadi fanatisme yang berlebihan sudah tidak terelakkan lagi. Saling mencari pembenaran sendiri – sendiri.
Apalagi yang sekarang sering terjadi adalah saling membanding – bandingkan. Disatu pihak membela si  A dengan segala daya dan upaya dan di pihak lain membela si B dengan segala daya dan upaya juga. Dari hal seperti ini kemudian muncullah kubu – kubuan. 



Lalu apa resikonya ?
Dengan semakin terpisahnya jarak dan dengan saling berkubu – kubuan makan kita akan mudah diperdaya oleh mereka – mereka yang menginginkan negeri ini hancur.
Waktu aku masih duduk di Sekolah Dasar, bapak guruku pernah mengatakan “ bersatu kita teguh bercerai kita runtuh “ kemudian bapak guruku itu tadi mengambil sapu lidi dan mempraktekkan apa yang beliau ucapkkan itu tadi. Memang saat itu aku masih kecil dan belum memahami makna yang terkandung dalam ucapan guruku itu. Kini aku melihat sendiri bukti tentang itu. 

>>> Baca Juga :
 

Jika ini terus terjadi bukan tidak mungkin akan terjadi hal yang tidak kita inginkan yaitu perang saudara. Banyak negara yang hancur karena perbedaan dan jauh sebelumnya banyak pula kerajaan di Nusantara ini yang juga hancur karena perbedaan.

Sudahi semua ini, hidup rukun dan damai jauh lebih indah. Jangan ajari generasi kita dengan kebencian terhadap sesamanya. Jangan jadikan generasi kita menjadi generasi pembenci. Banyak di luar sana yang menginginkan perpecahan di negeri ini. Mereka menunggu hancurnya negeri ini. Biarkan perbedaan menjadi warna negeri ini. Seperti pelangi, meski berbeda warna jika bersatu akan tampak indah.

.... Opini ....

Post a Comment

 
Top