0
Meraung - raung motor melaju meniti medan terjal menuju tanah - tanah harapan. Dengan desain sedemikian rupa untuk mempermudah mereka mengangkut hasil bumi. Saat pagi masih berkabut dan sebagian orang masih tetelap dibuaian mimpi. Para pencari rejeki itu sudah harus memacu keringat tubuhnya.
Disana sudah menunggu pohon kelapa, pisang, ketela, cengkeh yang siap membagikan buahnya untuk sekedar digadaikan dengan rupiah. 

Pagi itu benar - benar kulihat sendiri.    Hilir mudik orang - orang mengapai rejeki di tanah subur itu. Aku bersimpangan dengan mereka saat aku ingin menuju sebuah pantai yang indah. Sempat ku sapa salah satunya dengan bahasa jawa timuranku " monggo dhe " dan bapak tua itu pun membalas " inggih   ". Aku tersenyum kepadanya untuk sekedar menunjukkan rasa hormat kepadanya. Pak tua itu tampak membawa sesuatu dipunggungya yang dibawanya dalam karung. Tampaknya adalah bekal makanan untuk persiapan saat bekerja dikebunnya. 

PANTAI NGLONJO , KECAMATAN MUNJUNGAN KABUPATEN  TRENGGALEK, JAWA TIMUR


Sampailah aku di tepi pantai, aku duduk menikmati debur ombak. Disis barat kurang lebih seratus meter, berjajar perahu nelayan. Terlihat seorang lelaki kekar memperbaiki perahunya. Aku terus asik menikmati indah pantai itu. Tepat dihadapku dan tak seberapa jauh dari bibir pantai, berjajar pula perahu nelayan yang sedang mencari ikan. Terombang ambing ke kanan dan ke kiri mengikuti alunan simfoni gelombang laut.
Aku duduk diatas batu karang. Menikmati deburan ombak yang sesekali membumbung tinggi karena berbenturan dengan karang. Bruuaaar suaranya menggelegar seakan berkata " inilah aku ombak pantai selatan ". Sebagai orang Jawa tentunya aku tau tentang cerita penguasa laut selatan atau segara kidul. Aku mencoba santun dan memberi salam sesaat tadi sebelum kakiku bersentuhan dengan air laut.

>>> Baca Juga :

Disela - sela karang yang aku duduki, tetlihat tumbuhan laut sejenis rumput laut yang orang menyebutnya dengan nama " ranten ". Aku pernah memakannya saat aku bertamu kerumah kawanku waktu itu. Rasanya enak dan sedikit kenyal. Inilah kemewahan  negeri ini. Setiap tempatnya selalu menyediakan nutrisi yang dapat diolah bagi kelangsungan hiduo masyarakat.

Aku sungguh kagum betapa indah dan kayanya negeri ini. Pantaskah kita masih mengeluh disini ? kita tak akan kekurangan pangan asal kita bijak mengolah setiap anugerah Tuhan yang dititipkan untuk negeri ini. Karbohidrat , vitamin ataupun protein sudah jelas - jelas ada di setiap jengkal tanah dan lautan di negeri ini. Nikmati dan syukuri.

Post a Comment

 
Top