0
Aku bangun pagi - pagi saat ayam jantan masih malu - malu untuk berkokok. Aku bergegas ke kamar mandi ku bersihkan muka dan gigiku biar tidak bau. Kuambil tas kecilku yang sudah sejak sore hari kupersiapkan dengan segala isinya. Melangkahlah aku ke pintu rumahku kubuka dan aku keluar dan tak lupa aku menguncinya kembali sembari membawa kunci itu. Di teras rumahku telah duduk seorang teman yang menungguku. Motor maticnya terparkir tepat dipinggir jalan. " ayo berangkat, aku sudah siap " ajakku kepada temanku tadi yang kira - kira sudah 10 menit menungguku.

BUKIT MBANYON DESA KARANGANYAR KEC. GANDUSARI KAB. TRENGGALEK, JAWA TIMUR


Motorpun melaju pelan di hening pagi. Belum banyak orang yang lalu - lalang di jalanan. Sesekali kami berpapasan dengan pegagang sayur keliling yang biasa disebut " ETHEK " oleh orang - orang. Mereka tampak bersemangat membawa dagangannya yang pagi itu telah mereka beli dari pasar sayur yang sedikit jauh dari rumahku. " tet tet tet " suara klakson motornya menyapa kami dan kamipun tersenyum. Beberapa barang dagangannya terlihat tergantung di " OBROK " yang mereka bawa. Iya " OBROK " namanya yaitu sebuah wadah dagangan yang terpasang di Jok motor dan biasanya terbuat dari kayu. Ada kerupuk, makanan ringan dan makanan yang terbungkus daun yang dikaitkan dengan kantong plastik warna putih. Bisa saja barang dagangan itu terjatuh tanpa sepengetahuan si tukang sayur tetapi tampaknya si tukang sayur itu santai - santai saja.

>>> Baca Juga :
BELAJAR HIDUP DARI PANTAI GEMAWING

Motor kami terus melaju, pagi ini kami sengaja akan menuju BUKIT MBANYON atau sering disebut Negeri Di Atas Awan ".  Kami berharap pagi ini mendapati matahari yang muncul di ufuk timur atau orang menyebutnya SUNRISE dan juga pemandangan indah awan yang terhampar dibawah bukit dan itupun jika kami beruntung.

Selang beberapa menit kamipun sampai di bukit Mbayon itu. Rupanya sudah banyak muda - mudi disitu. Motorpun kami parkir dan kami melangkah menuju tempat yang sedikit menjauh dari gerombolan muda - mudi yang sudah datang lebih dulu. Entah mereke dari mana tidak ada satupun yang ku kenal dan karena aku sendiripun tidak terkenal hehehe. Mereka membawa kamera DLSR , kamera HP dan kamera Pocket. Tampaknya mereka ingin mengabadikan kemunculan matahari pagi. Kami pun tak kalah gaul, yang kami bawa tentunya kamera HP dengan layar depan sedikit retak akibar terjatuh. Tidak mengapa yang terpenting kami bisa menikmati keindahan Maha Karya Sang Pencipta.

Matahari pagi yang ditunggu - tunggu pun muncul dan sorak sorai orang - orang yang menyaksikan kemunculan matahari pagi menambah suasana maki riuh dan ceria. Meski sedikit terhalang oleh awan namun keindahan mentari pagi mampu menyihir yang datang ke Bukit Mbanyon.

Semoga saja keindahan alam ini akan terus ada dan tidak terhalang atau tergantikan oleh keindahan - keindahan buatan yang memaksa menciptakan kerusakan alam. #nawacerita

Post a Comment

 
Top