0
Hari itu perang antara Serdadu Belanda dan Tentara Indonesia tidak terelakkan lagi. Hutan kecil itu menjadi arena pertempuran yang sangat seru. Suara desing peluru dari senapan yang mereka pakai menjadikan peperangan itu semakin semarak. Darah berceceran dimana - mana hingga menyebabkan bau amis menjadikan pertempuran itu semakin dramatis. Suara teriakan dan juga jeritan serta rintihan membuat suasana tidak karuan, sedih, pilu, haru bercampur semangat perjuangan.


Serdadu belanda semakin terdesak, mereka kalah strategi. Tentara Indonesia menggunakan taktik perang gerilya sehingga banyak serdadu belanda yang gugur. Serdadu belanda itu semakin masuk kearea hutan dan bersembunyi diantara rimbun pepohonan dan semak belukar.

Terlihatlah sekitar empat orang Serdadu Belanda yang berlari menuju kawasan hutan yang masih rimbun. Tentara Indonesia mengejar keempat Serdadu Belanda itu. Mereka bersembunyi diantara pepohonan dan semak - semak. Tentara Indonesia terus mengawasi dan berhati - hati dalam melakukan tindakan.

" kita tunggu sampai mereka keluar " begitu bisik salah seorang Tentara Indonesia. Lama sudah mereka menunggu hingga pada akhirnya terdengar teriakan " au au au tolong tolong sakit " Serdadu Belanda itu berteriak keras sehingga mereka terlihat dan diserbulah keempatnya oleh Tentara Indonesia hingga mereka semua gugur.

>>> Baca Juga :
JERUK TANPA ISI

Selang beberapa saat Tentara Indonesia kemudian mencari penyebab kenapa Serdadu Belanda itu berteriak - teriak. Kemudian para Tentara Indonesia mendatangi tempat persembunyian Serdadu Belanda tadi. Betapa kagetnya dan seakan mereka tak percaya, karena di tempat persembunyian Serdadu Belanda itu ditemukan rumah semut rangrang/angkrang dan semutnya berlarian kesana kemari.

Kesimpulan yang didapat oleh Tentara Indonesia kenapa Serdadu Belanda tadi berteriak dan berhamburan, kerena mereka mengganggu rumah semut rangrang/amgkrang dan kemudian semut itu marah dan menggigit mereka.

Post a Comment

 
Top