0
Cerita ini terjadi pada saat penjajahan Jepang.

Tiga anak kecil sedang bermain pasir di dekat sungai. Mereka tampak asik dan terdengar canda tawa dari ketiganya. Amir, Mamat dan Yosi nama ketiga anak itu. Saat itu Amir sedang membuat rumah - rumahan dari pasir dan Mamat serta Yosi membantunya.

" hay !! , minggir jangan disitu !! " teriakan Tentara Jepang seketika itu mengagetkan mereka. Rasa takut dari ketiga anak - anak itu mulai muncul. Bagaimana tidak, Tentara Jepang itu sedang membawa bedil laras panjang. Dengan rasa rakut ketiganya berdiri dan meminta maaf pada tentara Jepang lalu mereka bergegas pulang.

Sesampainya dirumah ketiga anak itu kemudian berbincang - bincang " apa salah kita ? Kok tentara Jepang mengusir kita ? " begitu ucap si Mamat dan ditimpali oleh Yosi " iya , keterlaluan mereka " . Amir pun ikut bicara " ayo kita balas mereka " . " bagaimana caranya " tanya si Mamat pada Amir yang terlihat marah " sudah ikuti aku saja " jawab Amir.


Keesokan harinya mereka bertiga kembali ke tempat itu. Mereka menggali pasir dan terlihat membuat lubang yang menyerupai sumur. Setelah beberapa lama lubang yang mereka buat pun jadi dan tampaknya mereka memasukkan sesuatu kedalam lubang itu. Pelan - pelan ditutuplah lubang itu memakai ranting dan daun yang kemudian disamarkan dengan pasir.

>>> baca Juga :

" Jepang datang Jepang datang " teriak Amir. Ketiganya lalu mengejek tentara Jepang itu dengan menunjukkan kepalan tangan mereka. Tentara Jepang pun tersulut emosinya dan berlari mengejar mereka.

" gubraaak aduuuh siaalll bangsat , apa ini " Tentara Jepang itu terperosok pada lubang yang dibuat anak - anak tadi dan ternyata didalam lubang itu telah diisi " tletong sapi " itu loo kotoran sapi. 
Tentara Jepang haya bisa menahan amarah karena anak - anak itu sudah pergi jauh.


Post a Comment

 
Top