0
Cerita ini terjadi sekitar tahun 90 an. Mau tau ? Simak saja ceritanya.


Minggu pagi Moy, Agus dan Enal pergi kelahan perkebunan tebu yang tidak seberapa jauh dari rumahnya. Niat mereka adalah ingin mengambil beberapa batang tebu untuk mereka bawa pulang. Maklum saja ketika itu tebu seakan menjadi tanaman yang istimewa.

Setelah sampai area perkebunan tebu mereka mengendap - endap, ya pokoknya mirip di film - film perjuangan. Satu hal yang ditakuti saat mencari tebu pada saat itu adalah adanya mandor tebu atau si penjaga perkebunan tebu. Biasanya si mandor tebu ini galak dan suka melarang anak - anak untuk mengambil tebu. Tidak segan - segan si mandor tebu ini merampas tebu yang telah diambil oleh anak - anak.

Merasa aman Moy, Agus dan Enal lalu masuk menuju area perkebunan. " itu potong tebu itu pelan - pelan " ucap si Moy dengan nada pelan. Enal pun kemudian memotong tebu yang ditanam itu menggunakan sabit yang dia bawa dari rumah. Beberapa lama kemudian terkumpullah lurang lebih 10 batang tebu dan diikat kuat - kuat untuk dibawa pulang.

Moy, Agus dan Enal lalu beranjak pulang karena telah mendapat seikat tebu.
" hai kalian , kau mencuri ya ! " terdengar teriakan mandor tebu.
" mati kita " ucap Enal sambil membawa seikat tebu.
" tenang saja , kita lari ke arah sana, ayo ! ikutu aku " perintah agus yang seakan memiliki ide tersembunyi.

" hallo pak mandor jelek " ejek Agus pada mandor tebu itu.
" kurang ajar ! Kalian mempermainkan ku ! " teriak mandor tebu dengan nada marah.
" lariiiiii " pekik si Agus yang kemudian berlari dan di ikuti si Moy dan Enal.
Mandor tebu itu pun mengejar ketiga anak tersebut , kurang lebih hanya berjarak sepuluh meter. Ketiga anak tersebut tetlihat lompat kesana kemari untuk mengacau si mandor tebu dan si Mandor tebu tidak menyadari bahwa anak - anak itu mengakalinya.

>>> Baca Juga 


" aduuuh , gubrak , byuuuuur, tolong - tolong " . Mandor tebu itu rupanya terperosok kedalam sumur yang ada disekitar kawasan perkebunan tebu.
Moy, Agus dan Enal kemudian mendekati sumur itu " eh pak mandor ,kirain si kancil " ejek si Moy kepada mandor tebu yang berada dalam sumur itu.
" tolong aku nak tolong, nanti aku kasih tebu yang banyak " pinta si mandor tebu dari dalam sumur
" oooo tidak bisa, ini saja pak mandor aku kasih satu buah batang tebu buat jaga - jaga bila nanti lapar " ucap si Moy sambil menyodorkan satu batang tebu kedalam sumur.

Pak mandor sangat marah namun dia tidak bisa berbuat apa - apa. Hanya terdengar teriakan minta tolong dan si mandor tebu ini baru tertolong pada malam harinya karena Istrinya merasa kehilangan.

.... Ya begitulah era 90 an , serba lucu dan unik ya....

Post a Comment

 
Top