0
Betapa bahagianya diriku bisa melihat dan merasakan jejak - jejak Jendral Soedirman. Beliau bagiku sosok yang sederhana meski hanya ku tau lewat tulisan - tulisan yang aku baca. Sang Penjuang yang tak kenal pamrih dan tak kenal rasa mengeluh walaupun dirinya sendiri dalam keadaan sakit.
Mengomandoi pasukannya, beliaupun harus keluar masuk hutan serta daerah - daerah terpencil. Strategi perang yang sangat luar biasa hingga kita mengenal istilah " perang gerilya ". Strategi yang sampai saat ini terus dipakai bahkan dunia pun mengakuinya. 

Salah satu daerah  terpencil itu adalah Kabupaten Trenggalek. Sebuah Kabupaten di Propinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Ponorogo, Pacitan dan Tulungagung. Jendral Soedirman pernah melalui jalur Pacitan - Trenggalek dalam rute gerilyanya. Hingga terpetakan menjadi jalur gerilya Jendral Soedirman. Tidak hanya berlalu melewati saja, namun sang Jendral pun pernah singgah di beberapa lokasi di kawasan Kabupaten Trenggalek ini.

Untuk kali ini coba akan aku bahas 2 lokasi yang pernah disinggahi oleh Jendral Soedirman.

Pertama,
Jendral Soedirman pernah singgah di Kecamatan Dongko tepatnya di desa Dongko di dusun Watu Kuncung. Beliau bermalam disini di salah satu rumah yang merupakan rumah tokoh desa waktu itu.
Saat ini rumah tersebut memang sudah tidak ada lagi karena sudah direnovasi. Tersisa hanya pondasi yang berbahan baku batu kali sebagai bukti bahwa dulunya diatas pondasi ini berdiri rumah yang pernah disinggahi sang Jendral.
Meski hanya tersisa pondasinya saja namun setidaknya masih ada bukti bahwa disinilah dahulu pernah digunakan oleh sang Jendral.
RUMAH SINGGAH, NAMUN YANG ASLI BERUPA PONDASINYA



Satu lagi yang menjadi saksi bisu adalah sungai kecil yang pernah dipakai sebagai tempat mandi oleh Jendral Soedirman. Sungai tersebut berada di sebelah barat bekas bangunan tadi dan berjarak sekitar 100 meter. Informasi yang saya peroleh dari penuturan beberapa sesepuh desa disana , memang dahulunya Jendral Sodirman bermalam dan mandi disini.
SUNGAI TEMPAT MANDI JENDRAL SOEDIRMAN



Kedua
Di desa Bendorejo Kecamatan Pogalan tepatnya di sebelah selatan jembatan lengkung atau buk plengkung. Disini terdapat sebuat masjid dan rumah yang juga pernah disinggahi oleh Jendral Sodirman. Menurut penuturan dari ketua RT yang saya temui Jendral Sodirman bermalam di salah satu kamar dan saat aku kesana waktu itu, kamar tersebut masih terawat dan terjaga dengan baik. Selain itu, Jendral Soedirman juga melakukan sembahyang di masjid yang bersebelahan dengan rumah tersebut. 

Pak RT yang aku temui pun bercerita yang membuatku terpukau dan kagum kepada sosok Jendral Soedirman ini. Pada saat itu kedatangan Jendral Soedirman diketahui oleh pihak belanda sehingga pihak Belanda ingin melenyapkan Jendral Soedirman. Dikirimlah pesawat pengbom untuk menjatuhkan bom di lokasi tesebut.
Bom pun dijatuhkan , tetapi Alloh memberikan takdir yang luar biasa kepada Jendral Soedirman yaitu bom tersebut tidak meledak. Alhasil Jendral Soedirman pun selamat dan melanjutkan perjuangannya. Bom yang tidak meledak tadi kemudian dimasukkan kedalam sumur untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan dan mungkin saat ini bom tersebut sudah tidak ada lagi.
Tongkat yang dipakai Jendral Sodirman pun pernah tertinggal pada saat itu namun sekarang keberadaannya tidak diketahui.

..... ( bersambung )

Sumber informasi :
- Ketua RT dusun Nglembu desa Bendorejo.
- Warga masyarakat sekitar dusun watu kuncung desa Dongko
- foto - foto diambil sekitar tahun 2016 ( asli )

>>> Baca Juga

.... Karena sejarah itu ada dan selayaknya diketahui oleh generasi penerus ....

Post a Comment

 
Top