0
Kebakaran pabrik yang membuat panik. Orang - orang berhamburan dan saling menyelamatkan diri. Suara jeritan menambah kegaduhan suasana pagi itu. Pabrik  itu meledak hingga membuat kebakaran. Api menjalar dimana - mana. Didalam pabrik bahkan sampai merembet ke area luar pabrik.



Pemadam kebakaran pun datang dengan mobil DAMKAR mereka. Ada sekita 5 mobil Damkar dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Air disemprotkan keberbagai penjuru. Petugas kebakaran terlihat sibuk memadamkan api. Suara sirine mobil Damkar menambah suarana kian pilu.

Hampir seharian kobaran api itu membakar pabrik. Api baru bisa dipadamkan jam 5 sore. Setelah semuanya padam, barulah pemilik pabrik mengevakuasi dan memilih barang - barang yang masih tersisa. Sang pemilik pabrik menangis dan sedih, kerugian ditaksir milyaran rupiah. Pemilik pabrik hanya bisa meratapi nsaibnya.

Setelah semuanya padam dan tidak ada api lagi barulah tim peneliti masuk ke area pabrik tersebut. Mereka bertugas mencari penyebab awal kebakaran. Satu persatu diteliti. Baik kayu yang terbakar, benda yang terbakar hingga tembok yang hangus semuanya diteliti. Anehnya tidak ada satu petunjukpun terkait penyebab kebakaran.

Hanya didapati satu alat pencetak yang rusak. Alat pencetak tersebut memang rusak sesaat sebelum kebakaran. Kemudian ditanyalah salah satu karyawan yang bertugas mengoperasikan alat pencetak tersebut.

" kamu tau kenapa alat ini rusak ? " tanya petugas peneliti

Si karyawan pun menjelaskan secara rinci seperti ini ( simak ya )

" tadi kan alat ini akan saya pakai, terus saya hidupkan eeee tak taunya alat ini malah mogok. Saya kemudian emosi, lawong mau dipakai kerja malah mogok. Saya emosi lalu alat ini saya marahi begini : dasar alat tak tau diri, aku ini capek -capek kerja kamu malah mogok, dasar alat bodoh !.
Setelah saya marahi mungkin alat ini emosi juga dan panas akirnya kebakar deh karena emosinya sendiri ".

>>> Baca Juga

Begitu penjelasan si Karyawan dengan gamblang.

Dan semua orang yang mendengarkan cerita si karyawan itu termasuk peneliti, hanya bisa cengar - cengir dan entah mau bilang apa. Mungkin saja karyawan itu lagi datang bulan hehehe

.... jangan serius ya, ini hanyalah gurauan biar kita tetap tersenyum ....


Post a Comment

 
Top