0
Aku tak sendiri, beberapa teman bersamaku ya bisa dikatakan segerombolan orang dan semuanya laki - laki. Tampang beraneka ragam, dari yang macho hingga maskulin. Ahhh pokoknya bila nasib baik kami layak masuk boy band meski suara pas - pasan bahkan dipaskan pun tak kan pernah pas. Lagian siapa pula yang mau dengan kami, lawong hanya segerombolan orang yang selalu telat makan dan mandi, paling - paling jika mau mandi itu karena akan hadir dalam acara kondangan hehehe.

PANTAI SLAH KECAMATAN MUNJUNGAN KAB. TRENGGALEK, JAWA TIMUR


Kami hari ini bersama - sama menuju sebuah pantai yang masih tergolong sepi pengunjung dan tidak terkenal bahkan kota kami pun belum begitu terkenal. Maklum saja kota ini hanya kota kecil bahkan belum pantas disebut kota. Istimewanya kota ini adalah tingkat kegotong - royongan masyarakatnya yang masih cukup tinggi. Tanpa diundang bahkan tanpa diperintah pun setiap masyarakatnya selalu ikut dalam kegiatan yang membutuhkan tenaga banyak orang.    Masyarakat kota ini tergolong sudah siap dengan bencana sebab hampir tiap tahun bencana alam mampir ke kota ini. Mulai dari banjir, tanah longsor dan lainnya. Semua segera bisa tertangani karena rasa kegotong - royongan.

Mungkin atas dasar itulah Tuhan menitipkan tempat - tempat yang indah di kota ini. Pantai membentang mulai timur hingga barat. Seakan tak kan habis untuk dipijaki. Salah satunya pantai yang kami singgahi ini.

Pantai Slah namanya , artinya pun kami tidak tahu. Mungkin dari kata sela atau disela - sela. Ya karena pantai ini ada disebelah tebing karang. Perpaduan pasir dan batuan membuat keindahan tersendiri apalagi ditambah keberadaannya yang jauh dari pusat kota. Sepi dan masih bersih tentunya karena belum banyak dikunjungi orang.

>>> Baca Juga

Ada sedikit cerita lucu saat kami kesini. Waktu dijalan yang menurun motor yang ditumpai kedua teman kami terpeleset karena licin dan sempit dan mereka berdua terjatuh. Sebut saja si Udi dan Si Lolo, waktu itu yang nyetir si Udi dan saat jatuh si Lolo malah enak - enakan memanfaatkan tubuh si Udi sebagai bantalan agar tidak jatuh ketanah. Jadinya si Udi ditumpuki si Lolo. Si Udi hanya bisa berkata " aduh aduh " dan teman - teman lain hanya bisa tertawa melihat kejailan si Lolo. Setelah mendirikan motor dan merapikan kaos yang sempat amburadul, kamipun lanjut menuju pantai Slah yang sepi.

Memang terkadang lebih baik sepi pengunjung daripada banyak pengunjung namun malah menimbulkan masalah utamanya masalah sampah. Sepinya pengunjung itulah yang membuat kami nyaman disini. Seakan pantai pribadi dengan keindahan yang memukau mata. Bermain pasir dan sesekali memburu kepiting yang terkadang muncul dari dalam pasir. Gelombang laut disini cukup besar sehingga sangat berbahaya untuk berenang, wajar saja inikan kawasan pantai selatan Jawa yang masih kenal dengan aroma mistisnya. Terpenting adalah seyogyanya kita selalu santun dimanapun kita berada dan janganlah membuat kotor agar alam tetap indah.

* Latar Belakang Cerita : Pantai Slah Kec. Munjungan Kab. Trenggalek, Jawa Timur.


Post a Comment

 
Top