0
Tayub adalah sebuah tradisi hiburan di daerah Jawa. Tayub atau jika dalam pagelaran disebut tayuban atau langen tayub masih berkembang hingga sekarang meski mulai tersingkir oleh kesenian atau hiburan yang lebih modern.


Tayub memiliki makna " ditata ben guyub " atau ditata biar guyub/semarak. Makna tersebut tergambar  jelas dalam tayuban. Penabuh gamelan atau wiyaga , penari perempuan atau " tledek " atau ronggeng harus seirama dalam gerakan dan musiknya.

Dalam menari, si penari perempuan biasanya akan ditemani oleh penari laki - laki. Penari laki - laki biasanya adalah tamu undangan yang hadir pada acara tayuban tersebut. Dengan didahului memberikan selendang sebagai bentuk ajakan untuk menari.

Tarinya sebenarnya sederhana , namun untuk menyesuaikan dengan musik/gamelan maka si penari harus cermat. Begitupun si penabuh gamelan juga harus cermat dalam menentukan iramanya. Jika salah atau tidak sesuai maka akan terlihat   tidak indah dilihat.

>>> Baca Juga


Ada fakta menarik dalam  pagelaran tayuban ini. Salah satunya adalah adanya minumal berakohol rendah semacam BIR. Bisa dikatan sudah menjadi kelaziman jika ada tayuban ada bir. Minuman tersebut ada yang disediakan si tuan rumah atau dari tamu yang sengaja membeli untuk diminum di acara tersebut. Uniknya dengan adanya minuman tersebut si tamu seakan malah menjadi akrab dengan tamu yang lain.

Acara tayuban biasa dilakukan dalam waktu sehari semalam. Sekarang ini, kegiatan tayuban ini lebih dibuat seperti arisan. Tujuannya adalah untuk menjaga tradisi agar tetap lestari.
*jika punya info lebih bisa dikoreksi dan menambahkannya di kolom komentar.

Post a Comment

 
Top