0
Mencari kutu pada rambut adalah sebuah kebiasaan zaman dahulu yang lazimnya dilakukan oleh perempuan. Memang zaman dahulu perawatan rambut dan segala macam yang berkaitan dengan rambut belum populer seperti sekarang ini. Wajar saja kalau orang zaman dahulu selalu bermasalah dengan kutu rambut.
Foto by Google/Kaskus


Dengan banyaknya orang yang memiliki kutu pada rambutnya dan belum banyaknya obat pembasmi kutu rambut, maka kegiatan mencari kutu seakan menjadi tradisi bagi perempuan setelah mereka menyelesaikan rutinitasnya. Perempuan zaman dahulu identik dengan ibu rumah tangga bukan sebagai wanita karis seperti saat ini. Maklumlah sehabis masak didapur para perempuan tentunya ingin istirahat sambil ngobrol dengan sesama perempuan.


Petan menjadi sebuah kegiatan selepas para perempuan menyelesaikan tugasnya. Petan adalah kegiatan mencari kutu rambut atau kutu kepala. Dengan bersenjata sisir atau suri dan bahkan dengan tangan kosong, para perempuan itu seakan berlomba mencari kutu. Kegiatan ini minimal dilakukan oleh dua orang. Satu sebagai tukang petan dan yang satu sebagai yang dipetanni.

Apa yang terjadi dalam kegiatan petan ?
Di satu sisi kegiatan petan ini adalah bermanfaat yaitu membantu orang lain untuk meminimalisir kutu rambut atau bahkan menghilangkan kuti rambut. Mencari kutu dalam rambut memang tidak mudah, karena harus jeli dan cermat. Jumlah rambut tentunya ribuan dan biasanya berwarna hitam sedangkan kutu rambut itu kecil dan pintar bersembunyi serta berwarna hitam pula. Terkadang mereka juga mencari anak dan telur kutu rambut tadi, istilah Jawana " liso " dan " kor ". Jika kutu rambut itu berkurang tentunya rasa gatal yang disebabkan kutu tersebut pun juga akan berkurang.

>>> Baca Juga

Di sisi lain , kegiatan petan ini menghasilkan gosip.
Coba kita bayangkan saja, jika dua orang bertemu lalu ngobrol lama kelamaan obrolannya  menjurus ke gosip atau menggosipkan orang lain.
Bahkan tidak jarang sambil berpetan mereka membicarakan kejelekan orang lain. Mulai dari urusan rumah tangga, fashion dan perselingkuhan terkadang menjadi topik menarik saat petan. Heemmm pokoknya mirip acara nge gosip di tv - tv tapi tanpa presenter atau host hehehe.


Petan kebanyakan dilakukan di teras rumah. Jika ada orang lewat dan mereka kenal bisa jadi menjadi tema gosip hari itu. Ya begitulah tradisi petan yang saat ini sudah mulai ditinggalkan. Kenapa ditinggalkan ? Alasannya cukup simpel karena sekarang kutu rambut sudah jarang. Para perempuan sudah mulai melakukan perawatan rambut.
Andai saja masih banyak perempuan yang memiliki kutu rambut, bisa jadi petan akan tren lagi.



Post a Comment

 
Top