0
Bagi masyarakat  desa, tanaman singkong merupakan tanaman yang sudah melekat dengan identitas mereka sebagai wong ndesa. Betapa tidak, nasi tiwul yang bisa jadi merupakan makanan pokok orang - orang desa terbuat dari olahan singkong ini. Memang saat ini nasi tiwul sudah sedikit tergeser dengan semakin melimpahnya beras dan juga karena meningkatnya taraf hidup masyarakat.
Pohon singkong tergolong istimewa bagi masyarakat pedesaan. Mulai dari daun, tangkai daun hingga akarnya selalu menghidupi masyarakat desa. Keistimewaan pohon singkong tentunya dapat kita lihat dari sedikit penjabaran ini.

1. Daun singkong
Orang Jawa menyebutnya godong tela. Daun singkong biasa dijadikan sayur ataupun lalapan/kulupan. Lebih nikmat jika ditambah dengan sayur ikan laut , maka akan menjadi pelengkap nasi yang memanjakan lidah. Dengan bumbu khas pedesaan yang cenderung pedas, membuat mulut tak bisa diam.
Bagi masyarakat desa, daun singkong ini adalah anugrah luar biasa.  Ini dikarenakan begitu mudahnya pohon singkong ditaman dan bahkan cuma diletakkan secara berserakan pun pohon singkong ini dapat tumbuh.

2. Tangkai daun
Biasanya anak - anak desa menggunakan tangkai daun ini sebagai bahan mainan dan juga sebagai media berkreasi mereka.
Tidak seperti sekarang yang cenderung main game online yang menjadikan anak kurang berinteraksi sosial. Duduk , diam dan tidak peduli seakan menjadi efek samping bagi pemain game online saat ini.
Anak - anak desa dahulu menggunakan tangkai daun singkong ini sebagai sarana interaksi sosial dan juga mengasah otak mereka. Beberapa contoh hasil kreasi dari tangkai daun singkong yaitu :

Wayang
Hasil bentukan dari tangkai singkong bisa dibuat mainan yang menyerupai wayang. Biasanya digunakan tangkai yang sudah kering karena memiliki kelenturan. Tentunya otak harus berfikir untuk membuat wayang ini dan juga melatih kesabaran.



Kalung
Tangkai daun yang masih basah digunakan untuk membuat kreasi ini. Tidak lah sulit hanya dengan cara mematahkan tangkai daun tersebut ke kiri dan ke kanan dengan panjang yang sama. Selain itu, harus dipastikan bahwa kulit dari tangkai daunnya tidak boleh putus agar mengadi kalung yang dapat dipakai. Liontinya berupa daun singkongnya yang dibuat sedemikian rupa.


Kincir Air
Ini sangatlah mudah , tinggal.memotong tangkai daun dengan ukuran sama lalu ditusuk pakai lidi dan di taruh di air yang mengalir maka jadilah kincir air.
Masih banyak lagi tentunya permainan yang dapat dilakukan dari sebuah pohon singkong.

Kesemuanya itu hanyalah cerita masa lalu yang sulit ditemui di masa sekarang ini. Anak - anak tidak lagi bermain dan berkreasi sesuai usianya. Mereka telah terhipnotis oleh pengaruh globalisasi. Kecenderungkan menggunakan alat elekronik dan juga tontonan yang kian hari kian kurang sesuai dengan usia anak - anak, menjadikan mereka dewasa sebelum waktunya.

>>> Baca Juga 

Sebagai orang tua ataupun sebagai anggota masyarakat. Marilah kita kembali menumbuhkan kreativitas anak dengan kegiatan yang sesuai dengan usianya. kita ajak anak - anak kita untuk mengenal kebun dan bermain menggunakan bahan yang ada di alam. Memang ini sulit akan tetapi upaya menanggunangi dampak negatif globalisasi harus kita lakuka, karena kita punya budaya sendiri yang jauh lebih indah.

Post a Comment

 
Top