0
Rewang adalah sebuah istilah  yang mengacu pada kegiatan membantu orang lain. Bagi masyarakat Jawa, Rewang adalah tradisi turun temurun yang masih bertahan dan berlaku sampai saat ini. Rewang atau dalam istilah lain sering juga disebut Ewang - ewang dilakukan manakala ada sesorang yang memiliki hajat atau keperluan.
Foto by Google



Sebagai contoh misalnya, dirumah Pak Emon akan mengadakan pernikahan putrinya maka masyarakat sekitar atau orang - orang dilingkungan tersebut akan turut membantu. Banyak hal yang dilakukan, seperti membantu membuat kue, mendirikan terop dan lain -lain. Pokoknya masyarakat dilingkungan tersebut akan bahu - membahu mensuksekan kegiatan pak emon tersebut. Tidak ada bayaran alias dilakukan karena dasar iklas. Dibeberapa daerah di Jawa terkadang kegiatan rewang tersebut dilakukan satu minggu sebelum hari H bahkan lebih. Inilah rasa toleransi masyarakat dan sebagai wujud jiwa sosial sesama manusia.

Lalu apa manfaat dan apa pula resiko jika tidak ikut rewang ?

Manfaatnya yang jelas kegiatan akan mudah terselesaikan manakala dibantu oleh banyak orang. Memang jika dipikir si tuan rumah (* yang membutuhkan bantuan ) harus membuatkan minuman dan juga menyediakan makanan meski tidak wajib dan memerlukan biaya tambahan tentunya, akan tetapi si tuan rumah akan merasa senang karena merasa dihargai.

MANISNYA BADHEK YANG SEMAKIN TINGGAL KENANGAN


Jika kita tidak ikut dalam kegiatan rewang maka efeknya adalah lebih kepada moralitas, ya bagi masyarakat desa saling tolong - menolong sudah melekat erat pada jiwa mereka. Maka bisa saja yang tidak ikut rewang akan menjadi buah bibir bahkan bisa jadi dikucilkan didalam lingkungan tersebut. Ini sebenarnya bukan sebuah balasan atau dendam tetapi merupakan bentuk peringatan agar kita selalu memiliki rasa tolong - menolong. Pepatah mengatakan " tanam padi tumbuh padi " itulah kiranya konsekuensi dari perilaku kita di masyarakat.

Post a Comment

 
Top