0
Pasti semua orang pernah merasakan masa kecil , dimana masa itu kita masih sangat polos. Tanpa berfikir lebih jauh untuk memahami apa yang dinasehatkan orang tua ataupun orang lain. Pada masa itu lebih cenderung menekankan rasa takut sehingga mau tidak mau kita harus mempercayai nasehat itu tanpa penalaran. Maklum saja , lawong masih anak ingusan yang terpenting nurut saja asal tidak kena marah.

Seperti nasehat yang satu ini, meski terkesan konyol dan tidak masuk akal, tetapi nyatanya mampu meningkatkan semangat anak - anak pada masa itu untuk bersekolah. Ya sebuah nasehat yang biasa dikatakan oleh orang tua di daerah pedesaan utamanya di daerah Jawa.

Pernah melihat sumur senggotan ? memang sekarang bisa dikatakan sumur senggotan itu sudah sangat langka. Dahulu era 90 an masih dapat dijumpai sumur senggotan itu. Senggotan adalah sebuah sebutan untuk alat yang digunakan dalam mengambil air. Biasanya terbuat dari bambu dengan dirangkai menjadi pengungkit sederhana. Untuk wadah airnya biasanya terbuat dari timba kayu, karet ataupun plastik dan digunakan pula tali untuk menjangkau air yang ada dalam sumur.
Cara menggunakannya yaitu dengan menarik ke atas dan ke bawah pungungkit tersebut. Membutuhkan tenaga tentunya dalam mengambil air. Semakin dalam sumurnya maka akan semakin memerlukan tenaga yang besar.

>>> Baca Juga


Hubungan sumur senggotan dan minat sekolah.
Ada satu benda yang tidak dapat dipisahkan yaitu batu. Kegunaan batu tersebut adalah sebagai pemberat yang diletakkan pada bagian pangkal dari alat senggotan tersebut ( * lebih jelasnya perhatikan gambar )



Terinspirasi dari pemberat senggotan inilah maka terdapat istilah " bandul senggot ".
Biasanya orang tua yang anaknya malas sekolah akan memberi nasehat seperti ini " lek ora gelem sekolah mbesuk bakal dadi bandul senggot " ( * jika tidak mau sekolah nantinya bakal jadi bandul senggot )
Dengan dinasehati seperti ini maka anak - anak jaman dulu merasa takut dan dengan rasa terpaksa akhirnya pun sekolah.

Lalu apakah nasehat itu bisa diterapkan sekarang ini ?
Jelas tidak, anak sekarang sudah bisa berfikir kritis. Meski sudah tidak bisa lagi diterapkan , namun satu hal yang bisa diambil dari orang tua jaman dulu adalah semangat dalam menasehati anaknya.
Orang tua jaman dulu cenderung dekat dengan anaknya dan tidak melulu mencari uang sehingga orang tua jarang berkomunikasi dengan anak.
Kedekatan orang tua dan anaknya inilah yang harus diutamanakan karena orang tua bisa selalu menasehati anaknya secara langsung. Memang kita hidup membutuhkan makan , minum, pakaian dan lainnya yang tentunya harus dibeli pakai uang, namun sejauh apapun atau selama apapun mencari uang, komunikasi dengan anak harus diupayakan.
Jika tidak bida secara langsung setidaknya lewat telephon supaya kita sebagai orang tua tetap bisa menasehati anak.


... opini

Post a Comment

 
Top