0
Turun kalung
Dilakukan kepada anak kecil dalam hal ini balita. Istilah turun kalung dipakai untuk anak kecil yang sering sakit. Agar lebih mudah memahami coba simak uraian ini.



Suatu ketika si Rian sedang sakit ( *balita ) ia sudah diobatkan oleh orang tuanya namun tak kunjung sembuh. Badannya tetap panas dingin, hanya reda sesaat lalu panas lagi. Orang tua si Rian sebut saja pak Anto diberi tahu oleh Ayahnya ( *kakek si Rian ) bahwa dulu ia memakai kalung. Si kakek ini kemudian memberi tau kalau kemungkinan anaknya itu turun kalung. Si kakek menyarankan untuk  membawa si rian kepada orang pintar ( *sesepuh ) yang punya keahlian dalam memberikan kalung tersebut.

Apakah kalung yang dimaksud ?
Pada dasarnya kalung itu hanya terbuat dari benang biasa. Meski begitu yang menjadikan kalung tersebut punya daya adalah dengan adanya mantra atau do'a yang disematkan oleh sesepuh tadi.
Istilah turun kalung merujuk pada kebiasaan dari garis keturunan anak tersebut. Bukan kalung satu dipakai bergantian secara turun temurun, akan tetapi kalung diadakan lagi untuk anak berikutnya yang biasanya anak tersebut sering sakit.

>>> Baca Juga 


Tradisi ini masih ada hingga saat ini dikalangan masyarakat Jawa meski sekarang sudah teramat jarang. Hanya segelintir orang yang masih percaya dan menjaga tradisi ini.
Kekuasaan hanyalah milik Alloh, tetapi manusia diperbolehkan untuk berusaha dan berdoa. Biarlah tradisi menjadi bagian dari khasanah budaya bangsa Kita Indonesia.
*jika punya info lebih, bisa menambahkan di kolom komentar.

Post a Comment

 
Top