0
Amir baru saja bisa naik motor. Ia sangat senang dan seharian tadi ia menaiki motornya kesana - kemari. Teman - temannya pun ikut senang dan menyemangati si Amir agar terus terlatih naik motor.

Keesokan harinya Amirpun kembali memcoba naik motornya. Ia meminta kepada Udin untuk menemaninya karena Amir akan mencoba menaiki motornya dijalan menanjak. Amir dan Udin pun kemudian berboncengan.
By google/pixabay


Amir mulai sampai dijalan menanjak. Dengan hati - hati dan was - was Amir mulai mencoba jalan menanjak tersebut. Motornya bergerak pelan karena jalannya cukup menanjak.

>>> baca Juga


Motor Amir pun tak kuat menanjak lalu Amir dengan sigap menambah gigi motor nya. Maka ditambahlah ke gigi dua tetap tidak kuat menanjak. Amirpun terus berusaha, ia berfikir mungkin gigi dua belum cukup lalu Amir menambahkan lagi menuju gigi 3.
Suara motornya semakin meraung - raung dan membuat panik si Amir. Saking paniknya ditambah lagi presnelingnya ke gigi empat.

" gubrak, bruk, tiiiinnnn ,derrr, bree " motor Amir akhirnya mundur dan nyungsep ke semak - semak yang ada disamping tanjakan tersebut.
" adu adu aduh " ucap si Udin yang tadi dibonceng Amir. Kemudian Udin pun bertanya " kenapa tadi kok mundur motornya ? "
Dengan sedikit bingung si Amir menjawab " apakah jika ditambah itu malah tidak kuat ? "
Si Udin hanya clingak - clinguk tak tau apa yang dimaksud Udin.

tag : cerpen, cerita, cerita pendek, cerita lucu, novel, motor, cerita anak

Post a Comment

 
Top