0
" Dar der dor dar der dor " suara tembakan masih terdengar. Penjajah terus menembaki penduduk dengan cara membabi buta. Penduduk desa hanya bersenjata seadanya dan sebisa mungkin merampas senjata musuh.


Beberapa penjajah pun terluka bahkan tewas  karena perlawanan penduduk. Para penjajah semakin marah dan mengultimatum penduduk desa.

" kalau kalian tidak menyerah akan kami hancurkan desa ini " begitu gertakan salah satu penjajah.
" kami tidak takut " seru penduduk desa itu.

Penjajah semakin geram mereka lalu melemparkan granat dan sebagainya.
Si Marno salah satu pemuda di desa itu yang ikut berperang memiliki inisiatif. Pelan - pelan penjajah itu diarahkan ke salah satu lokasi yang mana disitu banyak jemuran. Si Marno memiliki ide untuk mengalahkan penjajah itu.

>>> Baca Juga 

Para penjajah pun tergiring mengikuti jebakan si Marno. Mereka masih tetap melempar granat.
" lempaaaar " ucap kepala penjajah kepada anak buahnya.
Granat pun dilempar dan beberapa detik kemudian.
" booooom bleeerr dueerrrr , aaakkkk "
Ternyata granat itu kembali ke arah para penjajah dan meledak dan membuat tewas beberapa orang.
Sang ketua penjajah bingung kenapa granat itu bisa kembali.
.
.
.setelah pertempuran reda akhirnya kepala penjajah mencari tau kenapa granat itu kembali ke arah mereka. Setelah dilakukan pengecekan ternyata granat tadi mengenai tali jemuran dan kembali terpental ke arah mereka.
Pada akhirnya sang ketua.beresan pada anak buahnya " jangan pernah petang didekat jemuran, ingat ! "

Tag : cerpen, novel, cerita pendek, cerita, cerita lucu

Post a Comment

 
Top