0
Lagu  Umar Bakri kuputar pagi ini melalui smart phone ku yang mulai usang. Lagu karya Virgiawan Listianto atau dikenal dengan sebutan  Iwan Fals ini begitu asik dan selalu enak untuk di dengar. Jika kita cermati dalam lagu tersebut ada kalimat “ gaji guruUmar Bakri  bagai di kebiri “. Seakan guru tidak diakui keberadaannya dan seakan pula dikesampingkan.

by google/dream.co.id


Kini  guru tak lagi dikesampingkan. Pemerintah mulai memperhatikan guru. Sekarang ini telah ada yang namanya tunjangan sertifikasi bagi guru PNS maupun Non PNS namun dengan syarat dan ketentuan tertentu. Guru tak lagi dianggap remeh dan profesi guru sekarang ini banyak dilirik orang dan menjadi target incaran.

Zaman dulu guru seakan tidak pernah diperhatikan. Bahkan ada sindiran yang mengatakan kalau gaji guru masih kalah jauh dengan pendapatan sopir. Benar adanya memang, gaji guru saat itu ibarat kata buat beli sabun saja tidak mencukupi. Tidak banyak yang berminat menjadi guru, bahkan anak guru sekalipun enggan meneruskan perjuangan orang tuanya untuk menjadi guru.
Sekarang ini S1 PGSD atau Pendidikan Guru Sekolah Dasar banyak menjadi tujuan  para anak muda yang ingin kuliah. Mereka berlomba – lomba masuk perguruan tinggi pada jurusan tersebut. Lulusan PGSD sangatlah banyak. Ini menandakan profesi guru menjadi profesi teratas sebanding dengan Dokter.

Hampir di setiap sekolah memiliki GTT atau Guru Tidak tetap dengan jumlah yang banyak. Semangat mereka menjadi guru benar – benar luar biasa. Meski berupah sedikit, namun keseriusan mereka dalam mengabdi patut diacungi jempol. Target mereka adalah memiliki NUPTK atau Nomer Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Jika telah memiliki NUPTK maka orang tersebut telah tercatat dan terdokumentasikan oleh Pemerintah yang nantinya dapat diperhitungkan menjadi PNS.

Banyak Sekolah yang kekurangan PNS. Ini dikarenakan banyak PNS yang pensiun. Memoratorium PNS memang masih diberlakukan. Dengan adanya ini maka pengankatan PNS terbatasi. Pembatasan itu dikarenakan terkait APBN untuk pembiayaan PNS dan juga persebaran PNS yang tidak merata.

Di Jawa bisa jadi gurunya kelebihan , namun di daerah Indonesia timur sebut saja Papua sangat kekurangan guru. TNI sering kali menjadi relawan untuk mengajar hal itu dilakukan untuk mengatasi kekurangan guru dan supaya pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh anak – anak Indonesia.

Menurut saya, untuk mengangkat guru sebaiknya dilakukan melalui mekanisme ikatan dinas. Alasannya adalah agar kualitas lulusan guru memiliki kompetensi yang memadai. Ikatan Dinas itu harus dilakukan dengan ketat. Kualifikasi akademik lulusan harus diperhatikan agar nantinya berimbas pada generasi penerus atau anak didiknya nanti. Indonesia harus mampu bersaing dengan negara lain. Zaman telah berubah, moderenisasi dan globalisasi melaju begitu cepat kalau generas kita tidak siap maka kita akan tertinggal.

Selamat Hari Guru Nasional.

Post a Comment

 
Top