0
Menanam bagi masyarakat Jawa adalah sesuatu yang sakral. Dalam menanam harus menentukan hari yang tepat sesuai perhitungan Jawa. Patokan yang dipakai adalah hari dan pasaran. Hari maksudnya senin , selasa dan seterusnya sedang pasaran yaitu pon, wage, kliwon dan seterusnya.

Baik pada hari ataupun pasaran memiliki hitungan sendiri. 

Perhatikan tabel NEPTU dibawah ini :

by google/primbonku

Dari nilai - nilai antara hari dan pasaran dijumlahkan nantinya untuk menentukan waktu yang tepat dalam menanam. Selain menggunkan hitungan tersebut, dalam menanam juga menggunakan patokan tertentu yang harus dipahami.

Inilah patokannya :

Oyot      = akar

Wit        = Batang

Godong = Daun

Woh      = Buah

Penerapannya bagaimana ?

Contohnya seperti berikut ini. Anggap saja kita akan menanam pohon kelapa. Logikanya pohon kelapa diambil buahnya. Yaitu woh atau buah, karena pohon kelapa yang diambil adalah woh nya.
Kemudian kita jumlahkan antara hari dan pasaran yang jika dihitung akan tepat berhenti pada woh.

Senin kliwon berjumlah 12 berasal dari Senin nilainya 4 Dan Kliwon nilainya 8
Hitungnya mulai dari oyot. Jadinya seperti ini

Oyot, wit, godong, woh, oyot , wit, godong, woh, oyot , wit , godong, woh. ( berhenti di woh )

Sampai di woh yang terakhir adalah 12 kali hitungan. 

Nah, seperti inilah dalam menentukan waktu untuk menanam.

paham bukan ? 


* Bagi yang memiliki informasi lain mohon menambahkan di kolom komentar.

Post a Comment

 
Top