0
Hewan yang sering dijumpai disawah ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Ya Jangkrik nama tersebut mungkin dikarenakan suaranya yang khas yaitu " krik krik krik krik " sehingga orang menyebutnya Jangkrik. 


Bagi anak - anak pinggir sawah, mencari jangkrik adalah sesuatu yang menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Disaat musim kemarau tiba dan sebelum atau sesudah tanam palawija, sawah akan ramai oleh hiruk - pikuk anak - anak mencari jangkrik. Berbekal alat sederhana mereka akan menyisir sawah. Terkadang harus pula membongkar tanah yang merekah akibat kemarau atau orang Jawa menyebutnya " longko ". Jangkrik sering bersembunyi didalam rekahan tanah tersebut.

Kadang pula mencarinya pada waktu malam hari, sebab pada waktu malam jangkrik akan keluar dari tempat persembunyianya. Pada waktu malam hari juga tidak akan tersengat terik matahari.
Setelah didapatkan jangkrik akan disimpan diwadah diantaranya :
Pelok merupakan wadah yang dari biji mangga
Bumbung merupakan wadah dari ruas bambu
Krangkeng/kranji terbuat dari rangkaian bilah bambu
Kupat terbuat dari janur

Hasil tangkapan akan diletakkan dirumah sebagai hiburan karena suaranya tersebut. Jika pun lebih terkadang juga dijual.


Tidak semua jangkrik menjadi incaran untuk diburu, hanya beberapa jangkrik saja yang bersuara khas. Diantaranya adalah :
Jangkrik kalung  karena memiliki lingkaran mirip cincin dilehernya
Debok bosok warnanya kekuning - kuningan
Jerabang warnanya agak sedikit merah.

Selain itu jangkrik jika diucapkan menjadi kata maka bisa jadi sebagai umpatan. Fenomena umpatan ini telah dipakai dalam judul film warkop reborn " jangkrik bos " dan kata jangkrik ini kini menjadi umpatan yang populer.
Itulah jangkrik hewan mungil yang cukup fenomenal. 

Post a Comment

 
Top