0
Kesenian Jaranan saat ini berekembang sangat pesat, hampir disetiap daerah khususnya di daerah Jawa memiliki kesenian jaranan atau kuda lumping ini. Pada dasarnya seni jaranan memiliki tiga properti yang menjadi ciri khas. Properti itu adalah :

by google/infobudaya


1. Kuda Kepang dan Pecut
Kuda kepang terbuat dari anyaman bambu yang bentuknya menyerupai kuda. Digunakan oleh penari selayaknya menaiki kuda. Penarinya terbagi dari beberapa usia mulai anak - anak, remaja dan dewasa. Dimainkan secara berkelompok.

2. Celengan
Perwujudan dari babi hutan biasanya dimainkan oleh satu orang.

3. Barongan
Berbentuk kepala Naga yang terbuat dari kayu.

Jaranan ini menggambarkan perlawanan terhadap keangkara murkaan. Celeng dan Barongan sebagai perwujudan dari keangkara murkaan akan ditumpas oleh ksatria yang menunggangi kuda. Pada akhirnya keangkara murkaan akan kalah dengan kebaikan.

Disisi lain ada hal menarik yang patut kita simak dari kesenian jaranan ini. Yaitu tentang kesurupan.
Kesurupan sering dianggap sebagai kemasukan roh. Kesurupan pada pagelaran jaranan saat ini seakan menjadi Tren dikalangan anak muda yang gemar dengan jaranan, bahkan ada pula komunitas kesurupan atau dalam bahasa Jawa disebut " Ndadi "

Apa yang menyebabkan kesurupan atau Ndadi itu ?
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa kesurupan atau Ndadi tidak dapat dilepaskan dari keberadaan " Pulung ". Pulung merupakan suatu makluk halus jadi tidak dapat dilihat dengan mata kita. Orang yang kesurupan akan melakukan hal - hal diluar nalar, seperti makan beling atau pecahan kaca, makan kembang bahkan yang paling ekstrim makan binatang secara mentah.

>>> Baca Juga
PERMAINAN JAWA PERMAINAN ERA 90an SAMBIL BERNYANYI

Adanya kemenyan dan juga mantra - mantra yang diucapkan oleh para orang pintar merupakan sebuah media dalam mengundang kedatangan pulung tersebut. Meski kesurupan, namun bagi penggemar jaranan seakan menjadi semangat tersendiri. Setiap kali ada pagelaran jaranan maka mereka pun akan datang.

Post a Comment

 
Top