0
Papa ku itu bikin bangga, kemarin waktu jadi tersangka kasus korupsi dia sakit sampe - sampe pembuat me me papa ku yang lagi sakit waktu itu menjadi pesakitan. Alhamdulillahnya lagi papa ku menang dalam pra peradilan.


Horeeee papaku pun sembuh dari sakitnya. Aku seneng melihatnya. Dia kembali memimpin orang - orang penting disana. Menuntaskan tugasnya yang sempat sesaat tertunda karena sakit.

Mendadak aku panik, papaaaa papaaa. Papaku kecelakaan aku sangat sedih. Air mataku mengalir deras bagai air sungai bengawan Solo. Aku sedih banget pokoknya. Papa kabarnya mengalami gejala gegar otak. What ? bagaimana nantinya kelihaian papa jika gegar otak ? apakah papa masih selincah dulu. Papaku orangnya pintar banget.

Jangankan aku, hukum saja bisa dikadalin. Buaya mah lewat, singa mah lewat apalagi syetan , uhhhh jelas saja para syetan sungkem kepada papaku. Kurang hebat apa coba ?
Papaku mah selalu menang. Hanya satu yang membuat papaku jera. Apa itu ? stttt jangan bilang - bilang. Hukum rimba , coba kalau semua pada murka lalu papaku digebukin orang sekampung jadi apa nanti. Papa yang baik hati, aku minta papa jangan rewel lagi ya. Ingat Pa anak dan cucuku. Aku tak mau menerima karma karena ulahmu. Papa sudah ya.
* teruntuk papa meski aku tak kenal

Post a Comment

 
Top