0
Pada era 90an bagi anak - anak Jawa pasti pernah melakukan beberapa permainan tradisional yang kini mulai menghilang. Apakah permainan tradisional itu ? coba simak beberapa diantaranya di bawah ini.
by google/cosmomom



1. Ndok - ndok kan
Ndok = Telur
Adalah permainan berkelompok menggunakan media tangan bagian ibu jari yang saling digenggam secara bertumpuk satu sama lain. Ada lagu yang wajib dinyanyikan.
" ndok ndok kan jo pecah - pecah nduwur pecaho ngesor ae mak brah "
ketika bilang mak brah tangan yang posisinya bawah akan pecah yaitu yang tadinya menggenggam akan membuka. Begitu seterusnya hingga semua tangan terbuka semua.
Setelah terbuka semua lalu kembali menyanyikan lagu
" tiuyahi tiasemi wolak - walik grembyang "
Sambil menyanyi ini kemudian seluruh tangan dibolak - balik.
Terakhir lalu menyanyikan " titit tuit kembang apa ? " lalu berkata " kembang waluh, olehmu mangan ping sepuluh "

2. Cublak - cublak suweng
Permainan berkelompok yang jumlahnya tidak tentu dan dalam permainannya dibuat duduk melingkar. Setiap orang yang tergabung dalam lingkaran harus menyembunyikan batu yang diberikan secara bergantian secara melingkar sambil bernyanyi.
" cublak - cublak suweng , suwenge ting gelenter mambu ketundung gudel, pak gempo lera lere sapa guyu delik ake sir sir pong dele kopong sir sir pong dele kopong "

batu yang diberikan secara bergilir harus berhenti saat lagu selesai dan yang menjadi penjaga harus menebak orang yang membawa batu.

>>> Baca Juga CERPEN JAWA ASAL MULANE JENENG TEMBAKAU

3. Jamuran
Permainan berkelompok dengan cara melingkar dan penjaga berada di tengah lingkaran.
Sambil bernyanyi :
" Jamuran ya gege thok "
" jamur apa ya gege thok "
" jamur gajih mregigih sak oro -oro "
" semprat semprit jamur apa "

setelah nyanyian selesai maka seluruh orang yang bermain kecuali penjaga mematung membentuk benda yang akan di tebak oleh penjaga.


Post a Comment

 
Top