0
Pagi itu semua telah berada di lapangan sekolah. Baik guru maupun siswa telah berbaris rapi. Hari itu adalah hari senin, maka kegiatan rutin setiap pagi adalah upacara bendera. Aku terpilih menjadi pemimpin upacara. Sebenarnya grogi juga, namun karena ini adalah tugas maka aku laksanakan dengan sungguh - sungguh.



Setelah semua persiapan telah rampung maka dimulailah upacara hari senin itu. Aku pun mulai menyiapkan pasukan. Kali ini yang menjadi petugas upacara adalah gabungan dari beberapa kelas. Aku sendiri mewakili kelasku. Terlihat di hadapku adalah jajaran para guru, dibelakangku adalah pasukan dari masing - masing kelas yang berbaris rapi, disamping kananku ada kelompok paduan suara dan beberapa teman lain yang bertugas.

Sampai pada akhirnya pengibaran sang saka merah putih. Paduan suara pun mulai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Semua tampak hormat dan beberapa saat kemudian salah satu anggota paduan suara yang saat itu adalah perempuan tiba - tiba jatuh pingsan. Tanpa pikir panjang aku pun lari meninggalkan tugasku menuju tempat paduan suara. Aku kemudian membopong perempuan itu menuju ruang UKS. Kubaringkan dia lalu datanglah petugas UKS sambil menegurku " sudah kembali ke lapangan sana ". " mati aku " pikirku, aku baru sadar ternyata aku ini pemimpin upacara. Akupun lari menuju lapangan dan untung saja pengibaran bendera baru saja selesai, lalu kuteruskan tugasku sebagai pemimpin upacara.

Hingga pada akhirnya amanat pembina upacara tiba. Saat itu bapak Kepala Sekolah menjadi pembina Upacara. Dalam pidatonya beliau mengatakan bahwa sebagai pemimpin upacara apa yang tadi kulakukan adalah salah, tetapi karena jiwa sosial sebagai manusia maka apa yang kulakukan adalah benar. Aku sedikit malu dan cuma bisa terdiam. Upacara pun berakhir dan semua siswa masuk kelas untuk menerima pelajaran.
Setelah istirahat aku dan dua orang temanku pergi ke kantin sekolah. Ya kebiasaan kami bertiga adalah makan gorengan di kantin saat istirahat tiba. " terima kasih mas " terdengar ucapan dari sampingku dan kulihat perempuan yang tadi kubopong saat pingsan tadi. " ohh santai saja " ucapku kepadanya.
Dia pun kemudian duduk tak jauh dari tempatku makan gorengan. " Cantik juga dia " pikirku dalam hati. Aku belum tau namanya, maklum karena beda kelas. Akupun kembali ke kelas karena bel masuk telah berbunyi dan menyisakan tanya tentang cewek yang kubopong tadi.

*******
Keesokan harinya setelah pulang sekolah tanpa sengaja aku bertemu cewek yang kubopong kemarin. " hay kamu " aku menyapanya dari jarak 5 meter. Dia pun menoleh lalu berkata " hay juga " . " oh ya kita belum kenalan , siapa nama kamu ? " tanyaku kepadanya. Dengan sedikit malu dia pun menjawab " emmmm namaku Yuli , kamu ? "
" aku Reno " jawabku singkat. Aku pun menawarkan kepadanya untuk bareng pulang bersamaku. Siang itu aku mengendarai motorku yang sedikit kusam.
" terima kasih, aku nunggu temenku kok" jawabnya saat aku menawarkan jasa kepadanya , lalu dia pun menghampiri temannya yang sedang berdiri di pinggir jalan.
Sejak saat itu, aku makin dekat dengan dia. Setiap ke kantin aku pun cari dia dan setiap pulang sekolah akupun hampir selalu bersama dia. Teman - temanku menyarankan kepadaku agar aku berpacaran dengan dia, tetapi aku masih takut. Dia terlalu cantik bagiku. Sejujurnya aku mulai suka kepadanya, entah apakah dia suka kepadaku atau tidak akupun tidak tau. Aku pilih menyimpan perasaan ini dan biarlah menjadi teman.

*****
" kamu suka ya kepada Reno ? " tanya Tina yang merupakan teman dekat Yuli.
" yeee apa sih, dia itu teman yang baik "
" jujur saja Yul, entar diambil orang nyesel kamu "
" gak kok , Reno itu cowok yang baik, jadi kita berteman "
" jawab pertanyaanku, kamu suka kan pada Reno ? ".
Yuli hanya tersenyum
" ayo kita kerjakan PR tadi, nanti gak cukup - cukup " .
Yuli pun mengalihkan topik pembicaraan.
Waktu terus berjalan, hingga kurang lebih 3 bulan dari kejadian upacara kala itu. Si Tina dan beberapa teman cowok Reno bersepakat untuk mempertemukan Yuli dan Reno tanpa sepengetahuan keduanya. Diaturlah siasat untuk mempertemukan keduanya dan ditentukan juga hari dan tempatnya.
" aku kau ajak kemana sih ? " Yuli terlihat penasaran, karena Tina mengajaknya jalan - jalan ke suatu tempat.
" tenang saja , ikut aja deh " ucap Tina sambil tersenyum.
Reno pun juga bingung dengan ajakan teman temannya. Setelah dekat dengan lokasi yang dituju kemudian mata Reno ditutup dengan kain.
" ini apa - apa'an sih ? " Reno sedikit kaget dengan ulah teman - temannya.
" nanti kalau aku teriak buka kamu buka ya ".
Begitupun juga Yuli, mata Yuli juga ditutup agar terjadi kejutan. Setelah beberapa menit keduanya telah berada dalam satu lokasi yang telah ditata oleh teman - teman mereka.
" bukaaa " teriakan untuk membuka penutup mata terdengar dan Yuli beserta Reno pun membuka penutup mata tersebut.
" Yuli " " Reno "
Keduanya kaget karena berada di tempat yang sama. Tampak balon warna - warni dan hiasan lain yang dibuat oleh teman - teman mereka........ ( BERSAMBUNG ....)

Post a Comment

 
Top