0
Segerombolan serdadu kolonial sedang memasuki kampung. Mereka mencari pejuang yang bersembunyi di kampung tersebut. Setiap ada orang yang terlihat mereka akan menemui dan memastikan apakah mereka pejuang yang mereka cari.

Tak terkecuali Temon yang saat itu sedang memperbaiki mainannya yang rusak.
" hey kamu siapa namau " tanya salah satu serdadu
" nama saya Temon " jawab Temon sambil tetap memperbaiki mainannya
" kamu tau dimana para pejuang itu bersembunyi ? " tanya Serdadu lagi
" tidak tau , saya tidak tau " jawab Temon
" kamu jangan bohong " serdadu itu membentak Temon sambil menendang mainan Temon.
Temon merasa sangat marah namun tidak bisa berbuat apa - apa karena serdadu itu bersenjata lengkap.
Serdadu itu akhirnya pergi dari tempat Temon berada.

Temon masih sangat marah dengan perlakuan serdadu itu. Dia ingin balas dendam melawan serdadu itu. Temonpun berfikir keras bagaimana cara melawan serdadu itu dan berjuang bersama para pejuang.
Keesokan harinya Temon dapat ide. Temon lalu mengumpulkan teman - temannya. Mereka berencana melawan serdadu itu dan bergabung bersama para pejuang. 

Temon memerintahkan kepada teman - temannya untuk mencari plastik, air dan lombok.
Ide Temon yaitu membuat bom air. Teman - teman Temon sangat bersemangat. Seharian mereka bekerja membuat bom air dan telah terkumpul puluhan bom air.

Para pejuang telah mengatur hari penyerangan terhadap serdadu itu dan Temon beserta kawannya bergabung. Diaturlah siasat penyerangan. Temon dan kawan - kawan ditempatkan di depan karena serdadu tidak curiga.
Setelah semua tertata maka bergeraklah para pejuang. Serdadu sudah dekat dan tidak curiga sama Temon dan teman - temannya yang berada di depan.

" lempaarrrrr " teriak temon memberi aba - aba. Segerombolan serdadu itu kaget memdapat serangan berupa bom air. " aduuuh , perih, panas ,pedas " teriak para serdadu sambil memegangi mata mereka. Para serdadu sudah tidak memperhatikan lagi senjata mereka, maka para pejuang melucuti senjata serdadu itu. Satu persatu serdadu itu ditangkap dan dibawa ke markas para pejuang.

" hore kita menang horeeee " Temon dan teman - temannya bergembira karena mengalahkan para serdadu itu. " mari kita berdo'a " berdo'a mulai " ucap Temon yang kemudian hening beberapa saat " selesai " dan semua mengusapkan telapak tangannya ke muka sebagai tanda selesai berdoa.
" aduh, panas , pedaaaas " Temon dan teman - temannya lupa bahwa tangannya basah terkena air lombok yang mereka buat. Hadeeh senjata makan tuan.

Post a Comment

 
Top