0
Perceraian menjadi pilihan untuk mengakhiri sebuah hubungan. Dilema rumah tangga yang tak mampu diselesaikan bersama membuat cara ini menjadi puncak dalam menyelesaikan masalah. Percerian sepertinya menjadi tren yang sulit ditagulangi.



Lihat saja ketika banyak orang yang lebih memilih mencari ekonomi ke luar negeri.  Bekerja menjadi TKI /BMI di beberapa negara Asia, Eropa bahkan Amerika. Mereka memilih luar negeri karena upahnya jauh lebih tinggi jika dibanding upah di Indonesia.
Faktor ekonomi mendorong mereka untuk memperbaiki nasib keluarganya. Apalagi di negeri sendiri dirasa sulit mencari ekonomi. Sebenarnya di negeri ini pun banyak pekerjaan yang tersedia. Akan tetapi lagi - lagi faktor pendapatan yang memang tidak sepadan dengan kerasnya kerja yang dilakukan
.
Ambil contoh saja ketika menjadi buruh tani, mereka harus bekerja dari pagi hingga sore dan upah yang di dapat tak sebanding dengan peluh keringat yang keluar. Berbeda jika bekerja di luar negeri, misalkan saja menjadi tukang cuci piring saja mereka sudah mampu membiayai orang tua dan anaknya dirumah dan masih punya sisa untuk ditabung.

Meski begitu banyak pula para TKI yang teraniaya bahkan dianiaya oleh majikannya. Kabar - kabar seperti itu tidak menyurutkan niat untuk bekerja di luar negeri. Bagi mereka upah layak jauh lebih menggiurkan daripada urusan lain.

Faktor lain yang mendorong mereka adalah lebih kepada faktor emosi. Banyak diantara mereka yang menjadi TKI karena dipicu ejekan serta hinaan tetangga atau orang lain. Apalagi ketika hidup di desa, orang lain masih terlalu mencampuri urusan orang lainnya. Pembuktian untuk menjawab hinaan tersebut membuat mereka memilih menjadi TKI.

Berawal dari sini kemudian banyak perceraian terjadi. Setelah jauh dari keluarga, dan merasakan hasil dari jerih payahnya bekerja, lambat laun prinsip yang semula dipegang kuat menjadi pudar.  Merasa tidak ada yang mengawasi ditambah dengan lingkungan baru yang tanpa kontrol maka membuat siapapun terbuai godaan. Begitu pula dengan suami/istri dirumah, tidak dapat dipercaya lagi. Nasehat suami/istri dianggap penghalang dalam kebebasan. 

Mulai berani menipu dan tidak jujur lagi, pelan - pelan menjauhkan komunikasi antara suami istri. Masalah pun kian muncul, hal kecil pun jadi masalah yang kemudian memicu pertengkaran. Alhasil perceraian menjadi senjata.

Apa yang harus dilakukan ?

Pada dasarnya semua terletak pada keteguhan hati dan kuatnya menjaga prinsip,  memang sangat sulit tetapi hanya itulah cara paling ampuh dalam melawan godaan. Jangan pula selalu berfikir bahwa semua tergantung dengan uang. Menjadilah pribadi yang tetap sederhana dan selalu berkomunikasi yang baik dengan keluarga.

Post a Comment

 
Top