0
Kids Zaman Now istilah untuk menggambarkan anak generasi sekarang. Bermain gadget, mengendarai motor dan nongkrong bersama teman adalah sedikit kisah tentang kids zaman now ini. Polah tingkahnya sudah tidak sesuai dengan usianya atau bisa dikatakan dewasa sebelum waktunya. Bicaranya pun sudah tidak lagi mengenal unggah - ungguh " tata krama " yang seharusnya mereka lakukan.

Pola pikir kids zaman now telah terkontaminasi oleh berbagai tayangan di televisi dan juga dari smart phone mereka lewat berbagai macam aplikasi. Tayangan televisi yang mempertontonkan adegan kekerasan seperti perkelahian dapat disaksikan tanpa sensor. Meski di dampingi kedua orang tua saat menonton tayangan tersebut dan juga diberi pemahaman oleh orang tuanya, namun mata dan pikiran telah melihat dan merekam tayangan tersebut.

Belum lagi pergaulan mereka yang seakan lepas dari pengawasan orang tua, membuat mereka bebas berbuat karena tidak ada yang mengawasi. Mereka tak segan nongkrong di warung kopi ataupun di tempat bermain game. Berbagai permainan bertebaran disekitar mereka mulai dari yang murah bermain kartu hingga yang harus mengeluarkan uang yaitu bermain bilyard.

Anak - anak remaja yang usianya masih usia sekolah  lanjutan pertama atau dibawah 17 tahun sangatlah rentan terpengaruhi oleh teman sepergaulan dan lingkungan pergaulan mereka. Di usia tersebut cenderung memiliki rasa penasaran dan ingin tau yang cukup besar. Ada yang menyebut usia tersebut adalah masa puber. Jika tanpa pengawasan bisa jadi rasa ingin tau mereka dapat mengarah dan tergiring ke hal negatif.

Sangat jauh berbeda jika kita bandingkan dengan era 80 an sampai 90 an. Anak - anak pada era tersebut mau tidak mau harus membantu orang tuanya bekerja. Jadi tidak ada waktu untuk nongkrong atau bermain - main. Selain itu pada era 90 an belum banyak tayangan televisi seperti sekarang. Ditunjang belum maraknya hand phone seperti sekarang ini, hanya ada telephon rumah itupun dimiliki oleh orang kaya.

Memang zaman tidak bisa dihentikan. Globalisasi tidak dapat ditolak. Akan tetapi pencegahan terhadap kemunduran nilai - nilai moral generasi penerus bangsa haruslah di upayakan. Jangan sampai generasi kita lupa akan adat ketimurannya.
Dulu ada pelajaran PMP serta PSPB yang secara perlahan mendoktrin moral generasi penerus untuk berbuat baik dan tau baik buruk serta mencintai negerinya melalui sejarah perjuangan pendahulunya. Kini pelajaran tersebut hanya tersisa pada buku - buku yang ada di toko buku dan itupun masuk kategori buku lawas dan langka.

Pengembalian pelajaran moral dan sejarah  di sekolah - sekolah kiranya  mutlak dilakukan dengan desain yang telah disesuaikan untuk generasi saat ini. Jangan sampai kids zaman now mengalami kemunduran moral yang nantinya bisa menjadi musuh dalam selimut. Apakah kita tidak sadar bahwa pelan - pelan negeri ini dijajah ? Ya melalui pengahancuran generasi penerus negeri ini.

Post a Comment

 
Top