0
Kukusan adalah sebuah alat bantu tradisional dalam memasak. Kukusan terbuat dari anyaman bambu. Bagi masyarakat pedesaan di daerah Jawa pada era dahulu, kukuksan menjadi benda wajib yang ada di dapur. Kukusan bisa jadi berasal dari kata Kukus  atau mengukus. Bentuk kukusan yaitu kerucut  dan memiliki lubang – lubang kecil karena berupa anyaman bambu.

Saat ini orang banyak orang yang meninggalkan cara memasak menggunakan kukusan. Para ibu – ibu lebih suka memasak dengan cara praktis yaitu mengunakan magic Com atau magic Jar. Dengan magic com  tersebut para ibu tidak melulu di dapur untuk menunggu apakah nasi sudah matang atau belum, tetapi bisa ditinggal kemana saja karena secara otomatis magic com akan tau jika nasinya sudah matang. Nasi akan selalu hangat dalam magic com dan bisa bertahan lebih lama.

bentuk kukusan


Justru dengan nasi yang terus dihangatkan itu maka nasi menjadi tidak sehat lagi. Banyak kandungan nutrisi yang hilang dalam nasi saat dipanaskan terus menerus. Apalagi jika kita makan nasi saat masih panas, tentunya mengganggu gigi, lidah , dan saluran pencernaan lainnya. Hal ini sudah menjadi kebiasaan pada masyarakat kita. Saat ini orang lebih menyukai hal praktis dan instan.

Jauh berbeda dengan penggunaan kukusan itu sendiri. Kukusan digunakan untuk menanak nasi. Caranya kukusan diletakkan pada dandang. Apakah dandang itu ? dandang merupakan alat bantu masak juga jaman dulu biasanya terbuat dari tembaga. Warnanya merah kekuningan dan memiliki bentuk agak unik. Bagian bawah dandang ldan atas lebih besar dibanding tengahnya. Bagian bawah dandang untuk  wadah air dan bagian atas digunakan sebagai penyangga kukusan karena kukusan bentuknya kerucut terbalik.
Dandang tembaga


Setelah kukusan diletakkan pada dandang dan dandang telah didisi air pada bagian bawahnya maka mulailah memasak. Nasi yang setengan matang atau orang Jawa menyebutnya Karon/Aron lalu dimasukkan pada kukusan. Dengan mendidihnya air kemudian terjadilah uap. Nah uap inilah yang kemudian memanaskan nasi setengah matang tadi hingga benar – benar matang. Jadi pada kukusan terjadi proses penguapan, maka disebut mengukus nasi sehingga tercipta kata kukusan. Butuh waktu agak lama dan juga harus terus diawasi serta dilihat. Kalau si pemasaknya terlena bisa jadi nasinya tidak enak karena terlampau kepanasan dan berbau tidak sedap orang Jawa menyebutnya nasinya masuk angin.

Post a Comment

 
Top