0
Sering seorang suami pulang kerja tidak makan masakan istri. Suami tersebut telah makan diluar rumah alias makan diwarung. Sejatinya istri telah berusah payah memasak. Lihat saja ketika mereka bangun pagi – pagi bahkan sebelum ayam berkokok. Istri kita akan menyiapkan segala sesuatu hingga tersaji di meja makan. Biasanya mereka mempersiapkan sejak sore hari sebelumnya. Mulai dari beli sayur, bumbu dan segalanya. Istri kita membuat berbagai menu yang berbeda setiap harinya meski ada kalanya mereka beli masakan jadi, namun istri kita tetap saja berusaha menyiapkan makanan buat suami dan anaknya.

by google


Sarapan pagi pun terhidang dan biasanya para suami masih mau sarapan pagi dirumah karena sarapan telah tersedia sebelum mereka berangkat kerja. Betapa leganya sang istri melihat suaminya makan dengan lahap  ditemani anak – anaknya yang juga turut makan. Ada kalanya sang suami ngedumel karena sayur dan lauknya dirasa tak cocok dengan yang ia inginkan. Terlalu asinlah, terlalu pedaslah, hanya itu – itu sajalah ah pokoknya banyak alasan untuk mengecam masakan istri kita.
Lalu setelah siang hari mereka tak lagi makan dirumah. Apalagi si suami jarang mau membawa bekal dari rumah, membuat si suami makan di kantin atau pun diwarung yang tentunya membutuhkan pengeluaran uang untuk beli makanan tersebut. Memang rasanya jauh lebih enak sebab masakan diwarung jelas menggunakan banyak jenis bumbu dan juga banyak aneka pilihan jenis masakan. Masakan istri dirumah terlupakan dengan nikmatnya masakan diwarung. Ditambah segelas teh manis hangat maka lengkap sudah kenikmatan makan diwarung  itu.

Tak pernah terbayangkan dibenak suami yang berada diwarung tersebut bagaimana istri dan anaknya menunggu dirumah. Apakah kita sebagai suami tidak pernah membayangkan betapa capeknya menjadi seorang ibu rumah tangga ?.  Istri kita harus menjadi juru  masak, perawat anak, clining servis dan lain – lain jadi satu yang semuanya harus mereka lakukan. Belum lagi jika istri kita  juga  bekerja, maka rasa lelah dan capeknya akan jauh melebihi para suaminya.
Coba saja kita bayangkan jika anaknya rewel saat ibunya memasak maka akan menambah keribetan istri kita. Di satu sisi istri kita harus menenangkan anaknya di sisi lain istri kita harus juga menyelesaikan masakan tersebut.

Ah itu kan bisa diatasi dengan cara mencari pembantu ? . Hehehehe itu untuk kalian – kalian yang memiliki banyak uang dan menafkahi istrimu sampai berjuta – juta per bulan. Jika kita berpenghasilan katakanlah dua juta perbulan lalu kita potong untuk beli susu anak, popok anak, uang sekolah, maka tinggal berapa ??? tersisakah uang tersebut untuk istri kita ? setidaknya untuk membeli lipstik baru istri kita ?.

Oleh sebab itu kiranya kita sebagai suami memberikan sedikit penghargaan kepada istri kita dengan cara makan masakan istri kita. Kita boleh makan diluar/diwarung tapi jangan sampai melupakan masakan istri kita. Makanlah dan rasakan kenikmatan masakan istri kita. Disitu terdapat satu resep yang tidak akan mungkin kita dapati di warung, yaitu resep cinta dan kasih sayang dari istri kita. Selalu tersenyumlah saat makan masakan istri kita. Walau rasanya asin atau kurang enak jangan sampai mulut kita melontarkan ucapan yang membuat istri kita bersedih. Percayalah masakan istri kita jauh lebih nikmat dari pada masakan diluar sana. Cintailah masakan isrti kita seperti kita mencintainya.

Post a Comment

 
Top