0
Seharusnya wanita sekarang ini berterima kasih kepada Roro Jonggrang. Kenapa begitu ? 

Roro Jonggrang saat itu adalah wanita yang cantik jelita hingga pesonanya memikat hati si lelaki yang bernama Bandung Bondoso. 

Cinta Bandung Bondowoso begitu besar.
Segala cara dilakukan oleh Bandung Bondowoso untuk mendapatkan cinta dari Roro Jonggrang. Bisa jadi kalau sekarang si Bandung itu pakai motor Ninja terbaru untuk menemui si Roro. Bisa jadi pula Bandung mengirimkan bunga atau boneka untuk memikat hati si Roro.

Berbagai usaha yang dilakukan si Bandung hanya bertepuk sebelah tangan. Roro Jonggrang tetap pada komitmen hatinya yaitu tidak cinta kepada Bandung. Alhasil si Bandung pun kecewa. Bandung tetap terus berupaya merayu Roro Jonggrang hingga pada akhirnya si Roro tidak enak hati untuk langsung menolak cinta si Bandung.

Roro Jonggrang pun meminta pembuktian cintanya si Bandung, walau sebenarnya itu sebuah penolakan dengan cara halus. Hal konyol dan tidak masuk akal pun diminta yaitu membuat seribu candi dalam satu malam. Coba bayangkan jika kamu yang jadi Bandung apakah kamu sanggup ?? Hehehe.

Bandung Bondowoso adalah lelaki sakti, ya kalau saat ini bisa jadi Bandung itu lelaki tajir dan kaya raya. Maka Bandung pun leluasa menyuruh orang atau makluk lain untuk membuat seribu candi. Kesepakatan pun terjadi antara Bandung dan makluk - makluk suruhannya. Maka pada waktu yang telah ditentukan pembuatan candi pun dimulai.

Roro Jonggrang rupaya agak lupa dan teledor kalau Bandung adalah lelaki sakti. Roro pun ketar - ketir jika candi itu benar - benar jadi. Rencana pun disusun untuk gagalkan usaha si Bandung. Roro pun bangun pagi sebelum ayam jantan pada bangun. Roro kemudian membuat kegaduan dan ayam jantan pun berkokok.

Para makluk lain yang membantu si Bandung pun lari tunggang langgang dan pergi sebelum seribu candi jadi. Bandung sangat marah dan tau kalau si Roro Jonggrang hanya menipumya. Singkat ceritanya Roro Jonggrang pun kena amarah si Bandung hingga ia menjadi batu.

Lalu apa hubungannya dengan wanita sekarang ? 

Setidaknya Roro Jonggrang telah meletakkan prinsip - prinsip hidup untuk para wanita. Wanita tidak serta merta harus mau dan tunduk pada cinta seorang lelaki meski lelaki itu banyak ilmu dan kaya raya. Cinta tidak bisa dipaksakan, maka cinta harus benar - benar tulus dari hati.

Roro Jonggrang yang di gambarkan membatu merupakan bentuk idealisme seorang wanita pada cinta.  Sekali tidak tetaplah tidak, bukan benci pada lelaki tetapi lebih kepada mencari kenyamanan dalam kehidupan masa depan.

Maka, bagi wanita sekarang ini harus bisa menguatkan hatinya dari godaan para lelaki yang membungkus tipu daya dengan dalih cinta. Wanita harus punya prinsip yang kuat. Harus bisa memilih dan memilih antara cinta yang tulus dengan cinta yang hanya dilandasi nafsu belaka.

Dan terima kasih Roro Jonggrang, prinsip cintamu akan terus menggema selama mitos seribu candi masih memasyarakat.

Post a Comment

 
Top