0
Hiburan gratis bagi rakyat kecil kian hari kian hilang. Satu persatu berganti dengan hiburan yang berbayar. Rakyat kecil yang tentunya tidak memiliki banyak uang kini seakan jauh dari hiburan. Entah apakah ini kemunduran atau kemajuan, yang jelas hiburan gratis yang dahulu ada kini menjadi barang langka.

by google


Sebut saja Layar tancap. Layar tancap sendiri merupakan sebutan untuk layar yang ditancapkan ke tanah. Layar tancap identik dengan pemutaran film. Iya, ketika era 90an kita masih sering temui adanya layar tancap ini. Biasanya si layar tancap ini akan mengadakan pertunjukan film dari  desa ke desa. Mereka menggunakan lapangan desa atau tanah lapang di desa tersebut. Pemutaran film tersebut tentunya dilakukan pada malam hari dan sehabis sholat isyak.

Menonton layar tancap tentunya tidak dipungut biaya. Hanya saja terkadang para pemilik layar tancap melakukan kegiatan yaitu menjual jamu ataupun obat – obatan. Selain itu beberapa penyedia layar tancap juga mengenalkan produk – produk mereka bisa berupa rokok, sabun dan lain sebagainya. Mereka menjual pada para pengunjuk yang datang. Sebelum acara layar tancap biasanya sehari sebelumnya dilakukan pengumuman melalui pengeras suara atau orang Jawa menyebutnya bendhe. Diinformasikan dengan menggunakan mobil secara berkeliling desa bahwa akan ada pemutaran film layar tancap.

Film yang diputar mayoritas film – film asli karya anak bangsa. Baik film perjuangan seperti cut nyak diem, film percintaan seperti lupus, film horor seperti Suzana, komedi warkop DKI dan film – film lainnya. Masyarakat yang menonton tidak hanya datang dari lingkungan sekitar saja , namun datng dari lain desa bahkan lain kecamatan. Maklum saja sebab pada era tersebut masyarakat begitu kekurangan hiburan. Masyarakat yang menonton tentunya akan disiplin. Mereka mengatur sendiri posisi menontonnya dan duduk rapi agar yang belakang bisa melihat. Tidak ada kursi seperti di bioskop, para penonton yang datang akan membawa tikar atau alat duduk sendiri dari rumah. Biasanya ada jeda dalam pemutaran film dan disaat jeda itulah biasanya akan dilakukan kegiatan pengenalan dan penjualan produk.

Cara ini merupakan cara yang ampuh dalam mensosialisasikan sesuatu. Dengan berkumpulnya masyarakat sambil menikmati hiburan gratis maka kegiatan sosialisasi akan mudah diterima oleh masyarakat. Dahulu memang pernah ada kegiatan sosialisai oleh Pemerintah melalui layar tancap ini salah satu materinya adalah tentang KB ( Keluarga Berencana ).  Bisa dikatakan melalui cara tersebut pensosialisasian masalah KB cukup berhasil.  Ditambah lagi pada saat itu juga diberikan Pil KB secara gratis kepada kaum perempuan.

Kiranya layar tancap ini diadakan lagi sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat namun dengan kemasan yang lebih baik. Saat ini generasi kita sangat jauh dari pengetahuan tentang sejarah. Memang sih ada bioskop, namun kendalanya harus pergi ke kota dan membayar pula. Belum lagi kebanyaka film – film yang diputar adalah romantika anak muda. Dengan dikembalikannya layar tancap, maka generasi kita pun bisa mendapatkan informasi dan ditanamkan pemahaman melalui sosialisasi saat jeda pemutaran film. Banyak yang bilang Indonesia krisis moral, lalu kapan lalu moral itu bisa dibenai kalau kita diam saja ? semoga Layar Tancap dihidupkan kembali demi menghidupkan moral generasi bangsa yang katanya kian krisis.

Post a Comment

 
Top