0
Sarung begitu identik dengan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama islam. Sarung seakan menjadi menu wajib bagi para kaum lelaki di Indonesia. Banyak jenis dan corak sarung yang tersebar. Kegunaan utamanya sebagai sarana dalam beribadan. Sarung sangatlah simpel di gunakan dan sudah menjadi sebuah tradisi yang mengakar kuat di masyarakat.



Ada satu mitos yang berkembang di masyarakat Jawa mengenai sarung ini. mitos tersebut berkaitan dengan anak kecil atau balita. Sering kali anak tidak tidak begitu akrab dengan bapaknya, banyak alasan yang menyebabkan anak tidak akrab dengan bapaknya. Misalkan saja bapaknya yang bekerja diluar kota dan jarang pulang, sehingga si anak jarang melihat bapaknya sendiri. Pun juga kalau bapaknya pulang malang si anak tidak mau diajak atau istilah Jawanya tidak " lulut ".

Sarung memiliki mitos terkait hal tersebut. Jika anak masih balita dan kita menginginkan anak kita agar asih terhadap bapaknya, maka sarung bisa digunakan sebagai media mengasihkan si balita tersebut dengan bapaknya. Caranya seperti ini :

Sewaktu anak kita (  balita ) tidur, cobalah selimuti dengan sarung milik bapaknya. Ingat, yang perlu di perhatikan disini adalah sarungnya, maka cari sarung yang sangat sering di pakai si bapak dan tentunya harus bersih biar si anak tidak terkena kuman. Setiap malam pakai kan sarung tersebut sebagai selimut. Mitosnya jika si anak sering di selimuti dengan sarung bapaknya, maka si anak akan asih terhadap bapaknya.

begitulah kiranya mitos sarung terkait dengan keasihan balita terhadap bapaknya. Ini hanyalah mitos yang ada pada masyarakat Jawa, benar tidaknya kembali kepada keyakinan masing - masing. Terpenting sayangi anak kita karena merekalah nantinya yang menjadi harapan kita di masa datang.

* jika punya informasi lanjut, bisa menambahkan di komentar

Post a Comment

 
Top