0
Temon berlari - lari melewati gisik pasir sungai yang tersengat sinar surya. Ia tampak berjingkat - jingkat karena harus melawan rasa panas gisik itu. Tangan kanannya tampak menggenggam sesuatu. " pak aku dapat " ia pun terjatuh pada gisik pasir itu karena kaki kanannya menghantam kaki kirinya sendiri. Untungnya genggaman tanganntaya masih kuat. " pak aku dapat pak " . bapaknya buru - buru menarik jala yang yang di tebarnya. Di dapati tiga ekor ikan wader tersangkut pada jaring jalanya.

" kamu dapat apa Mon " sambil mengambil ikan wadr itu dan memunguti sampah yang juga ikut tertarik. " mister crab pak, aku dapat mister crab " ia menunjukkan hasil tangkapanya kepada bapaknya yang kembali akan menebarkan jala. " itu kan kepiting Mon ", " ia pak ini temannya Spongebob dan Patrik ". Bapaknya tersenyum sambil melemparkan jalanya " oh itu to film kartun itu ".


Memang Temon hanya di perbolehkan nontoh film kartun. Orang tuanya terutama bapaknya sangat melarang Temon melihat sinetron. Monopioli  tayangan televisi yang lebih banyak sebagai barang jualan memaksa orang tua untuk lebih selektif dalaml mengawasi anaknya saat menonton tayangan televisi. Seperti bapaknya Temon yang memang menjaga betul anaknya.

" Mon ayo kita pulang
" mister Crabnya ini di apakan pak "
" kamu bawa pulang saja nanti di tarus dalam toples "
" asiiiiik aku punya mister Crab "

Bapak dan anak itu pun pulang dengan senangnya, namun jauh di dalam hati bapak Temon terdapat harapan yang besar agar anaknya tidak terdoktrin oleh tayangan - tayangan televisi yang seakan tanpa kontrol.

Post a Comment

 
Top